Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Pemanasan Global: Pengaruhi Intensitas Badai?
Pemanasan Global: Pengaruhi Intensitas Badai? Cetak E-mail
Rabu, 11 Januari 2006
Buana Katulistiwa - Rentetan badai berintensitas tinggi yang menghantam Amerika Serikat tahun lalu membuat banyak orang yang berpendapat: ?Aha, pasti gara-gara pemanasan global!?. Benar atau tidaknya pendapat ini masih diperdebatkan. Namun, seorang ahli meteorologi dan spesialis badai dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah meneliti hubungan antara pemanasan global dan intensitas badai jauh hari sebelum orang-orang memperdebatkannya.

Beberapa dekade terakhir ini, Kerry Emanuel, telah dikenal sebagai sumber atas pertanyaan-pertanyaan mengenai pemanasan global dan badai, walaupun ia berpendapat bahwa pemanasan global masih terlalu cepat untuk dikaitkan dengan proses alam lain yang telah kita ketahui. Ia seringkali mengatakan bahwa tidak ada rantai penghubung yang benar-benar kuat antara pemanasan global dan frekuensi dan intensitas badai.

Akan tetapi pada bulan agustus, 2 minggu sebelum Badai Katrina menghantam Gulf Coast, Profesor Emanuel menulis dalam jurnal Nature bahwa ia telah menemukan bukti statistik yang menunjukkan bahwa badai benar-benar dipengaruhi oleh pemanasan global. Ia menghubungkan peningkatan intensitas badai dengan pemanasan suhu lautan.

Menanggapi pertanyaan mengenai hubungan antara pemanasan global dan intensitas badai, Prof. Emanuel menyatakan, ?Tidak semudah itu. Pemanasan global mungkin telah menjadi kontributor. Akan tetapi lebih mudah kita mengatakan bahwa kita sedang mengalami musim yang buruk?. Ia menambahkan bahwa di lain pihak, meskipun jumlah badai global tetap mendekati konstan, frekuensi badai-badai di Atlantik yang mengalami peningkatan seiring dengan temperatur laut tropis kemungkinan disebabkan oleh pemanasan global.

Dalam wawancara dengan reporter New York Times, ia mengatakan bahwa tak dapat dipungkiri dalam 20 tahun terakhir bumi menjadi lebih panas. Dan pemanasan tersebut terlalu cepat untuk disebabkan oleh proses alam manapun yang kita ketahui. Ia mengakui bahwa kita masih belum memiliki pegangan yang bagus mengenai bagaimana awan dan penguapan air, dua pengaruh besar dalam sistem iklim, akan bereaksi terhadap pemanasan global. Apa yang kita lihat ialah peningkatan ringan pada intensitas badai.

Profesor Emanuel telah memprediksi bertahun-tahun yang lalu bahwa bila anda memanaskan laut tropis 1 derajat centrigrade, anda akan peningkatan kecepatan angin ketika badai terjadi sebesar 5 persen. Kita telah melihat peningkatan yang lebih besar, kira-kira 10 persen, untuk kenaikan temperatur laut yang hanya sebesar setengah derajat centrigrade. Pengaruhnya terhadap badai yang mencapai daratan memang tidak besar. Namun bila kita melihat keseluruhan badai dalam basin lautan yang besar, kita akan melihat perubahan. Dan bahkan meskipun tidak memiliki efek langsung, orang tetap akan khawatir tentang hal itu, karena itu adalah perubahan besar dalam fenomena alam.

Profesor yang peluncuran buku terbarunya ?Divine Wind: The History and Science of Hurricanes," hampir bersamaan dengan terjadinya Badai Katrina ini, mengaku bahwa ia tengah mencoba mengajak orang-orang untuk memandang badai tidak hanya dari sudut pandang ilmiah, akan tetapi dari sisi keindahannya. Ia mengatakan, ?Leopard adalah binatang yang cantik. Akan tetapi bila anda mengeluarkannya dari kandangnya, ia akan mengincar leher anda. Saya pikir semua orang dapat memahami, bahwa baik itu leopard maupun badai bukanlah pembunuh berencana.? (qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com