|
Buana Katulistiwa- Tim peneliti dari Universitas Nevada, AS, menggunakan citra satelit dan modeling komputer untuk membuat prakiraan cuaca lebih akurat, termasuk intensitas topan dan tornado.
Hasil penelitian dipublikasikan pada Januari lalu pada Monthly Weather Review, sebuah publikasi lembaga American Meteorological Society. Penelitian ini didanai kantor Naval Research, National Science Foundation dan NASA.
Berdasarkan simulasi, model baru peramalan cuaca itu lebih mendekati kondisi yang lebih sebenarnya mengenai kandungan vegetasi permukaan yang dilepaskan ke atmosfer yang berdampak pada kondisi cuaca, kata Dev Niyogo, asisten profesor agronomi dan bumi dan ilmu atmosfer. Menurut dia, model peramalan cuaca terbaru ini menampilkan vegetasi pada tingkat yang sangat sederhana.
Seperti dilansir www.axcessnews.com, belum lama ini, data penelitian diambil pada 24-25 Mei 2002, ketika pertemuan angin tenggara dan barat yang dingin Texas, yang oleh para ahli meteorologi disebut "Triple Point". Kondisi ini sering mengindikasikan topan dan potensial membuat cuaca buruk.
"Dengan menggunakan data dasar dari kondisi riil cuaca ini para peneliti mengeset akses bagaimana mengentahui proses kejadian vegetasi, dengan angin, konveksi, permukaan tanah dan faktor lain yang dapat mempengaruhi peramalan cuaca," kata Niyogi.
Simulasi juga menjawab tantangan perbaikan skala data citra satelit yang lebih kecil dan plotting daerah yang lebih kecil.
Niyogi mengatakan, riset mendatang akan memberikan perhatian pada "untuk memperkuat model vegetasi tanah, yang akan memungkinkan bagi peramalan lokasi, waktu dan intensitas topan dan tornado.
"Kami juga akan memperkuat kemampuan kami untuk memasukkan dataset satelit, penginderaan jauh dan pemetaan satelit ke dalam model peramalan cuaca seperti pembuatan model vegetasi yang lebih realistis," katanya.(bj)
Powered by AkoComment! |