|
Buana Katulistiwa - Sebuah tim ilmuwan internasional bereaksi terhadap kesalahan interpretasi terhadap hasil penelitian mereka yang diberitakan oleh media. Pemberitaan media yang luas mengenai hubungan antara pemanasan global dengan emisi dari tumbuhan dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Untuk itu, mereka mengemukakan sudut-pandang yang sebenarnya mengenai hasil penelitian tersebut.
Dalam penelitian baru-baru ini yang dimuat dalam jurnal ilmiah Nature, (12/1), para ilmuwan dari Max Planck Institute for Nuclear Physics, Utrecht University, Belanda dan Department of Agriculture and Rural Development for Northern Ireland, Inggris, mengungkapkan bahwa tumbuh-tumbuhan menghasilkan metana ? salah satu gas yang menyebabkan efek rumah kaca ? yang berasal dari dekomposisi akar serta dedaunan yang gugur.
Estimasi awal menunjukkan bahwa hal ini patut diperhitungkan dalam proporsi metana di atmosfer. Sayangnya, hasil-hasil penemuan dalam pekerjaan ini seringkali disalah-interpretasikan oleh media. Lebih jauh lagi, penemuan tersebut diarahkan kepada spekulasi-spekulasi yang intens mengenai potensi relevansi dari hasil penemuan terhadap program-program reforestasi dalam kerangka kerja Protokol Kyoto. Padahal isu-isu seperti itu sudah seharusnya diletakkan pada sudut pandang yang benar.
Kesalahan interpretasi yang paling sering dilakukan oleh media adalah bahwa emisi metana dari tetumbuhan bertanggungjawab terhadap pemanasan global. Mengingat bahwa emisi dari tetumbuhan merupakan berasal dari alam, maka keberadaannya sudah jauh lebih lama sebelum pengaruh manusia mulai berdampak kepada komposisi atmosfer. Emisi antropogenik-lah yang sebenarnya bertanggungjawab untuk peningkatan konsentrasi metana dalam atmosfer, di mana telah terdokumentasi dengan baik sejak masa pra-industri.
Tim ilmuwan tersebut, seperti dalam siaran pers yang dilansir www.mpg.de, mengemukakan bahwa emisi dari tetumbuhan memang berkontribusi secara alamiah terhadap efek rumah kaca, akan tetapi tidak terhadap peningkatan suhu yang terjadi saat ini yang kita kenal dengan sebutan ?pemanasan global?. Bahkan meskipun praktek-praktek penggunaan lahan telah mengubah emisi metana, yang mana tidak kita lakukan, hal ini juga dapat dihitung sebagai sumber antropogenik, dan tetumbuhan itu sendiri tidak dapat dianggap bertanggungjawab.(qb)
Powered by AkoComment! |