|
Buana Katulistiwa- PBB menjanjikan negara-negara di Asia selatan akan memiliki sistem peringatan dini tsunami pada bulan Juli mendatang. Sistem peringatan ini tidak mencakup semua negara di daerah yang terkena gelombang tsunami 26 Desember 2004 lalu, tapi akan berfungsi pada tingkat nasional maupun regional, kata pejabat PBB Jan Egeland, dalam suatu konferensi.
"Kita akan memiliki sistem operasional peringatan sejak Juli. Ini bukan berarti setiap desa di setiap komunitas akan memiliki sistem peringatan, tapi sistem regional dan nasional," katanya seperti dikutip AFP, Senin (27/3).
Egeland berbicara pada pembukaan Konferensi Ketiga Peringatan Dini, pertemuan PBB yang khusus didisain untuk mencari bagaimana upaya menghadapi bencana alam disampaikan kepada otoritas dan publik.
Dia mengatakan, maksud konferensi adalah untuk menciptakan sistem peringatan di seluruh dunia untuk "melindungi semua negara dan semua bencana", isu yang pernah disampaikan oleh Sekjen PBB Kofi Annan setelah peristiwa tsunami Asia yang menewaskan 217.000 orang di 11 negara sekitar Samudera Hindia.
Egeland menyebut bahwa teknologi telah memampukan para ahli untuk meramalkan hingga per menit bencana seperti tsunami dan badai Katrina, yang menyerang Pantai Teluk AS bulan Agustus tahun lalu.
"Kita tahu pasti ketika badai atau tsunami akan menyerang. Apa yang tidak kita miliki adalah dimana kita akan memperingatkan orang-orang," katanya.
Egeland, yang memimpin bantuan kemanusiaan internasional untuk korban bencana tsunami menyatakan kepada para delegasi bahwa jumlah orang yang terdampak oleh bencana cuaca telah berlipat ganda dalam dekade lalu hinga mencapai 2,5 miliar dibandingkan dekade sebelumnya.(bj)
Powered by AkoComment! |