Depan arrow Topik arrow Fisik arrow NASA Ditekan untuk Beri Kebebasan Peneliti Mereka
NASA Ditekan untuk Beri Kebebasan Peneliti Mereka Cetak E-mail
Rabu, 22 Pebruari 2006
nasa.govBuana Katulistiwa -Badan Antariksa AS (NASA) kini berada dalam tekenan yang semakin meningkat dari Kongres dan komunitas ilmuwan, untuk memberikan jaminan bahwa para peneliti mereka memiliki kebebasan setelah ahli iklim terkemuka NASA mengumumkan adanya sensor terhadap pekerjaannya.

Pengakuan yang pertama kali dilaporkan New York Times bulan Januari 2006 lalu itu, telah pula dikonfirmasi media lainnya termasuk pejabat hubungan masyarakat NASA.

Para pejabat, seperti dikutip The Times, mengatakan, politisi Gedung Putih telah melakukan tekanan yang kuat terhadap NASA, khususnya sepanjang kampanye pemilu 2004 - untuk mengurangi informasi dari badan ini dalam isu perubahan iklim, mencairnya es dan polusi lingkungan hidup.

Gedung Putih tidak menginginkan rilis pers NASA membahas persoalan "pemanasan atmosfer" dan bicara "perubahan iklim", kata sebuah karyawan NASA yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Seperti diberitakan AFP, Rabu (22/2), meskipun pengakuan itu sudah dibantah, Administrator NASA Michael Griffin yang dikenal memiliki integritas dalam bidangnya dan dipercaya sejak April 2005, telah meminta dilakukannya peninjauan kebijakan komunikasi NASA.

Pejabat komunikasi NASA, George Deutsch, diganti pekan lalu karena sikapnya yang menghalangi jurnalis untuk melakukan wawancara dengan ahli iklim NASA, Jim Hansen.

Kejadian yang dialami Hansen, tokoh yang memimpin Goddard Space Flight Center, telah tersiar di Kongres AS.Pada Selasa lalu, Sherwood Boehlert, anggota Republik di House Science Committee, mengatakan NASA tetap memiliki banyak hal yang menjamin kebebasannya.

Di Senat, Ketua Governmental Affair Commitee, dari Partai Republik, Susan Collins, dan konterpartnya dari Partai Demokrat, Joseph Lieberman, mengirim surat kepada Griffin untuk meminta penjelasan mengenai kontroversi seputar Hansen.

Seperti diketahui Pemerintahan Bush telah menolak untuk menerima pembatasan emisi gas rumah kaca yang digariskan dalam Kyoto Protocol, dengan alasan hal itu terlalu memakan biaya secara ekonomi.

Dalam catatan Buana Katulistiwa, pada bulan Januari lalu juga, tekanan terhadap ilmuwan juga dialami kalangan ilmuwan di Australia, yang juga telah ditekan oleh Pemerintahan John Howard bicara mengenai perubahan iklim, karena apa yang mereka bicarakan dinilai bertentangan dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Hal itu membawa keprihatinan menyangkut kebebasan berpendapat di kalangan ilmuwan. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com