Depan arrow Topik arrow Fisik arrow NASA: 2005 Tahun Terpanas
NASA: 2005 Tahun Terpanas Cetak E-mail
Senin, 06 Pebruari 2006
Suhu permukaan global tahunan (sumber: www.nasa.gov).Buana Katulistiwa - Tahun 2005 merupakan tahun terpanas dalam seabad ini, menurut para Ilmuwan NASA yang meneliti data suhu dari seluruh dunia.

Para klimatolog di Goddard Institute for Space Studies (GISS) milik NASA di Kota New York mencatat bahwa suhu permukaan tahunan rata-rata dunia yang tertinggi dalam lebih dari 1 abad dalam analisis mereka terjadi pada tahun 2005.

Dalam publikasinya pada 24 Januari lalu di www.nasa.gov, NASA mengakui bahwa beberapa kelompok penelitian lain yang mempelajari perubahan iklim menempatkan tahun 2005 sebagai tahun terhangat kedua. Perbedaan utama antara analisis tersebut terjadi karena dimasukkannya Arktik dalam analisis NASA. Walaupun terdapat sedikit stasiun cuaca di Arktik, data yang terekam menunjukkan terjadinya panas yang tidak biasa di Arktik pada tahun 2005.

Dengan tujuan untuk mengetahui apakah bumi semakin dingin atau panas, para ilmuwan menggunakan data suhu dari stasiun-stasiun cuaca di daratan, pengukuran suhu permukaan laut sejak 1982 dengan satelit, dan data dari kapal-kapal laut untuk tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum ini, tahun terpanas dalam seabad ini adalah tahun 1998, ketika gelombang El Nino yang kuat menambah panas suhu global. Apakah 2005 merupakan tahun pertama atau kedua terpanas, yang jelas panas dunia telah kembali ke level 1998 tanpa bantuan El Nino.

Image
Perubahan suhu musiman dalam 50 tahun terakhir berdasarkan trend linear lokal (sumber: www.nasa.gov).

?Lima tahun terpanas dalam seabad ini terjadi pada 8 tahun terakhir,? kata James Hansen, direktur GISS NASA, yang diurutkan sebagai berikut: 2005 sebagai yang terpanas, lalu 1998, 2002, 2003 dan 2004.

Suhu yang panas belakangan ini terjadi hampir secara bersamaan di berbagai tempat di dunia, dan yang paling tinggi terjadi di lintang tinggi bumi bagian utara. Selama lebih dari 50 tahun, pemanasan tahunan dan musiman terjadi di Alaska, Siberia dan Daratan Antartika. Sebagian wilayah samudera telah semakin panas. Dan karena daerah-daerah ini terpencil dan jauh dari kota-kota besar, dapat dimaklumi jika para klimatolog berpendapat bahwa pemanasan tidak ada hubungannya dengan polusi dari daerah-daerah perkotaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend pemanasan yang kuat masih berlanjut. Pemanasan global sejak pertengahan 1970-an hingga sekarang telah mencapai 0,6 derajat celcius (C) atau sekitar 1 derajat fahrenheit (F). Total peningkatan suhu dalam seabad ini sekitar 0,8 derajat C atau sekitar 1,4 derajat F. (qb)

Komentar
Oleh Alamat e-mail dilindungi dari bot spam, anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihat alamat ini pada 2006-03-24 10:07:29
sepertinya, tahun terpanas itu lebih tepatnya terasa pada tahun 2006 ini, yang dimulai sejak menjelang akhir tahun 2005 yang lalu. orang awam pun bisa merasakan bahwa, tahun ini suhu di Indonesia saja sudah amat meningkat. apakah memang issu bahwa musim kemarau pada tahun ini akan 'curi start'?  
sebagai orang awam, saya tidak tahu harus bagaimana supaya pemanasan global dapat diminimalisir demi kelangsungan kehidupan di bumi ini.
hasil studi
Oleh acuss pada 2006-03-24 10:22:38
Mbak Shinta.... tulisan di atas merupakan hasil studi global, dilakukan di akhir tahun. Jadi kalo beranggapan tahun ini lebih panas, sepertinya ini pernyataan prematur.  
 
Jika berbicara lokal dan dengan "perasaan", memang beberapa minggu lalu saya "merasakan" lebih panas, tapi untuk bulan yang sama menurut saya lebih panas tahun lalu. Saya tinggal di Banda Aceh, dan beberapa hari terakhir ini cuacanya lebih sejuk dari biasanya, mungkin bisa dibilang seperti di Bogor atau Cianjur.
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com