Buana Katulistiwa - Tahun 2005 merupakan tahun terpanas dalam seabad ini, menurut para Ilmuwan NASA yang meneliti data suhu dari seluruh dunia.
Para klimatolog di Goddard Institute for Space Studies (GISS) milik NASA di Kota New York mencatat bahwa suhu permukaan tahunan rata-rata dunia yang tertinggi dalam lebih dari 1 abad dalam analisis mereka terjadi pada tahun 2005.
Dalam publikasinya pada 24 Januari lalu di www.nasa.gov, NASA mengakui bahwa beberapa kelompok penelitian lain yang mempelajari perubahan iklim menempatkan tahun 2005 sebagai tahun terhangat kedua. Perbedaan utama antara analisis tersebut terjadi karena dimasukkannya Arktik dalam analisis NASA. Walaupun terdapat sedikit stasiun cuaca di Arktik, data yang terekam menunjukkan terjadinya panas yang tidak biasa di Arktik pada tahun 2005.
Dengan tujuan untuk mengetahui apakah bumi semakin dingin atau panas, para ilmuwan menggunakan data suhu dari stasiun-stasiun cuaca di daratan, pengukuran suhu permukaan laut sejak 1982 dengan satelit, dan data dari kapal-kapal laut untuk tahun-tahun sebelumnya.
Sebelum ini, tahun terpanas dalam seabad ini adalah tahun 1998, ketika gelombang El Nino yang kuat menambah panas suhu global. Apakah 2005 merupakan tahun pertama atau kedua terpanas, yang jelas panas dunia telah kembali ke level 1998 tanpa bantuan El Nino.
 Perubahan suhu musiman dalam 50 tahun terakhir berdasarkan trend linear lokal (sumber: www.nasa.gov).
?Lima tahun terpanas dalam seabad ini terjadi pada 8 tahun terakhir,? kata James Hansen, direktur GISS NASA, yang diurutkan sebagai berikut: 2005 sebagai yang terpanas, lalu 1998, 2002, 2003 dan 2004.
Suhu yang panas belakangan ini terjadi hampir secara bersamaan di berbagai tempat di dunia, dan yang paling tinggi terjadi di lintang tinggi bumi bagian utara. Selama lebih dari 50 tahun, pemanasan tahunan dan musiman terjadi di Alaska, Siberia dan Daratan Antartika. Sebagian wilayah samudera telah semakin panas. Dan karena daerah-daerah ini terpencil dan jauh dari kota-kota besar, dapat dimaklumi jika para klimatolog berpendapat bahwa pemanasan tidak ada hubungannya dengan polusi dari daerah-daerah perkotaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend pemanasan yang kuat masih berlanjut. Pemanasan global sejak pertengahan 1970-an hingga sekarang telah mencapai 0,6 derajat celcius (C) atau sekitar 1 derajat fahrenheit (F). Total peningkatan suhu dalam seabad ini sekitar 0,8 derajat C atau sekitar 1,4 derajat F. (qb)
Powered by AkoComment! |