|
Buana Katulistiwa - Bagi seorang matematikawan, menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan cuaca memang terkesan aneh. Tapi itulah yang dilakukan Joseph Biello, profesor asisten University of California, Davis. Mendengar "kuliah" dia soal cuaca dan iklim boleh juga.
Biello memang tidak membuka jendela dan melihat ke luar, namun dia menggunakan teori matematik untuk membuat model Madden-Julian Oscillation, pola cuaca tropis yang kering dan hujan di bagian barat Amerika Serikat.
Menurut Biello, untuk memahami cuaca, Anda harus melihat proses skala pertimbangan yang berbeda dari ruang dan waktu. “Untuk memahami bumi, Anda harus memahami air hujan yang jatuh,” katanya seperti dilansir www.news.ucdavis.edu, belum lama ini.
Keistimewaan Biello adalah membuat model matematika yang dibangun dengan berbagai skala yang berbeda itu. Seringkali, model cuaca dan iklim memisahkan planet ke dalam grid persegi, sepanjang kilometer, dan melihat bagaimana persegi itu berhubungan. Tapi itu berarti membuat asumsi mengenai apa yang akan terjadi di wilayah persegi itu, kata Biello.
Madden-Julian Oscillation ditemukan pada tahun 1972 ketika periset meneliti lebih dekat data-data meteorologi. Itu terjadi 30-60 hari dan tampak klaster badai tropis melingkupi Samudera Hindia sebelum menyapu sisi timur hingga memasuki Pasifik.
Dengan pengukuran sepekan, Madden-Julian Oscillation berada di wilayah abu-abu antara ramalan cuaca untuk jangka waktu pendek, dan stusi iklim jangka panjang, kata Bryan Weare, profesor meteorologi UC Davis yang juga belajar mengenai fenomena itu. Cara terbaik untuk memahami pola cuaca akan membantu dalam peramalan cuaca waktu menengah dan iklim.
Weare mencoba untuk memahami, contohnya, kondisi yang menyebabkan dimulainya osilasi di Samudera Hindia. Pertama osilasi yang mengambil jalan bawah, bisa digunakan untuk membuat ramalan mengenai fenomena cuaca lebih sebulan, katanya. Tapi bagaimana mengukurnya pada tempat tertama masih belum dipahami. Sejauh ini, pekerjaannya mendukung teori kaitan awan permukaan samudera kepada kejadian hujan badai.
Fenomena ini telah berdampak pada cuaca di AS. Ada kaitan antara hari kejadian hujan sangat intensif di Pantai Barat dan hujan dengan Madden-Julian Oscillation dekat ekuator, kata Weare. Biello menambahkan, agaknya juga ada kaitan antara oscillation kuat dan kekeringan di Pantai Barat.
Sejauh musim dingin ini, Madden-Julian Oscillation agaknya lemah, sesuai dengan data National Weather Service. Namun, osilasi dapat terjadi sewaktu-waktu sepanjang bulan-bulan musim dingin. (ss) Powered by AkoComment! |