|
Buana Katulistiwa - Polusi udara di Beijing mencapai tingkat membahayakan selama tiga hari. Ditengah-tengah peringatan dari badan meteorologi Cina akan badai pasir yang akan melanda Utara Cina pada beberapa hari mendatang.
Berdasarkan pernyataan dari Biro Perlindungan Lingkungan Cina yang dikutip dari www.afp.com, aktivitas debu dan kabut asap di Beijing pada akhir minggu lalu dan tingkat polusi sudah mencapai level tertinggi (level lima) pada hari Minggu dan Senin lalu.
Level lima merupakan level tertinggi dari biro tersebut, hal ini berarti kualitas udara sudah "membahayakan".
Ketika kualitas udara mencapai level lima, biasanya kota akan diberikan peringatan bagi kaum manula dan anak-anak untuk tetap berada di dalam ruangan dan menghindari aktivitas yang berat.
Biro tersebut juga memperingatkan, masalah ini bisa lebih buruk ketika suhu dingin dari Siberia bergerak cepat menuju Utara Cina dan Propinsi Gansu, menciptakan badai pasir yang serius dan dapat mencapai ibukota Cina.
Selama beberapa dekade, pertumbuhan ekonomi Cina mengalami booming, kota-kota di Cina juga masuk dalam peringkat dunia dalam hal polusi udara, karena kualitas udara yang secara konsisten memburuk.
Berkaitan kualitas udara yang memburuk, minggu ini, London Mayor Ken Livingstone dan para anggota komite Olimpiade melakukan pertemuan dengan penyelerenggara Olimpiade Beijing 2008.
Setelah mengunjungi Beijing senin lalu, London Mayor Ken Livingstone bertemu dengan Kepala Badan Perlindungan Lingkungan AS, Stephen Johnson.
Beijing telah menjanjikan akan membersihkan udaranya sebelum Olimpiade, tetapi polusi telah memburuk selama beberapa bulan terakhir, hal ini juga dipicu dengan meningkatnya jumlah mobil pada jalan-jalan di kota-kota Cina.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengidentifikasi polusi kota Beijing termasuk pada daerah-daerah yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Olimpiade Beijing, dimana pada umumnya semua persiapan telah berjalan sesuai dengan rencana.
"Ada beberapa masalah lingkungan, tetapi Cina telah melakukan semuanya untuk mencegah dan mencari solusinya", kata Presiden IOC Jacques Rogge minggu lalu di Seoul.(bm) Powered by AkoComment! |