|
Buana Katulistiwa - Penebangan hutan dan musnahnya habitat diperkirakan dapat menyebabkan krisis kepunahan berbagai spesies yang hidup di hutan tropis. Ulah manusia, baik itu yang melakukan pembalakan hutan maupun yang tinggal di daerah pedesaan dianggap memiliki dampak yang paling besar terhadap keberadaan hutan di wilayah tropis.
Tren demografis saat ini, termasuk melambatnya pertumbuhan populasi dan tingkat urbanisasi yang tinggi, memberikan harapan akan berkurangnya pembalakan hutan, berakselerasinya regenerasi hutan secara alami melalui suksesi sekunder, dan terhindarnya spesies-spesies hutan tropis dari kepunahan massal.
Dalam artikel "The Future of Tropical Forest Species" yang dilansir secara online di Biotropica oleh S. Joseph dan Helene Muller-Landau dari Smithsonian Tropical Research Institute, para peneliti tersebut menunjukkan bahwa proporsi tutupan hutan potensial yang ada berkorelasi dekat dengan kepadatan penduduk di negara-negara di zona iklim tropis maupun sedang. Wright dan Muller-Landau menggunakan proyeksi penduduk PBB dan keterkaitan benua tertentu antara kepadatan penduduk total dan pedesaan dengan hutan yang ada saat ini untuk memproyeksikan tutupan hutan tropis masa depan.
"Proyeksi yang kami buat menunjukkan bahwa tingkat pembalakan hutan akan berkurang seiring dengan melambatnya pertumbuhan penduduk, dan bahwa daerah yang lebih luas daripada hasil studi sebelumnya akan kembali menjadi hutan," tukas para peneliti tersebut seperti dilansir www.stri.org.
Hutan-hutan tropis menciut selama zaman es Pleistosin di Afrika dan lebih banyak lagi saat ini di daerah-daerah tertentu yang menyokong populasi manusia prasejarah. Meskipun banyak ditentang, proyeksi dan observasi tersebut memberikan harapan bahwa banyak spesies hutan tropis akan dapat bertahan terhadap gelombang pembalakan hutan dan pertumbuhan penduduk yang terjadi saat ini.
Strategi untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati tropis kemungkinan melibatkan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan kondisi di daerah perkotaan tropis untuk mempercepat urbanisasi serta usaha konservasi dini di negara-negara yang memiliki daerah hutan yang luas dengan tingkat proyeksi pertumbuhan penduduk yang tinggi.
"Kami berharap bahwa hasil kerja kami dengan segala keterbatasannya, dapat mengilhami banyak orang untuk menghasilkan proyeksi-proyeksi tambahan dan yang lebih baik mengenai tutupan hutan tropis masa depan di seluruh dunia," ujar para peneliti tersebut.(qb)
Powered by AkoComment! |