|
Buana Katulistiwa- Tiga pendaki gunung Amerika Serikat tewas dan lainnya mengalami luka serius bersama empat porter mereka dalam peristiwa longsor di Gunung Kilimanjaro, Tanzania, kata pejabat dan operator wisata puncak tertinggi di Afrika itu.
Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Jumat (6/1), pendaki yang tewas ini - dua wanita dan seorang pria - terluka ketika dua kelompok mereka mencoba mencapai puncak saat mereka diserang Rabu oleh luncuran bebatuan dan terpaan angin kencang.
Para pendaki berada pada lokasi diantara Arrow Galicier pada ketinggian 4.877 meter (16.000 kaki) pada sisi barat gunung berketinggian 5.963 meter (19.563 kaki) yang mendominasi Afrika bagian timur.
"Perubahan cuaca ekstrim menyebabkan batuan terpecah dan menggelinding," kata James Wakibara, petugas pada Taman Nasional Kilimanjaro. "Bebatuan menyerang sekelompok wisatawan yang sedang dalam rute mencapai puncak dan tiga orang diketahui telah tewas."
"Lima orang lainnya mengalami luka serius, dan diantara mereka adalah satu orang warga Amerika dan empat orang warga Tanzania," katanya kepada AFP melalui telepon dari sebuah posko di gunung itu. "Beberapa lainnya, seluruhnya adalah porter Tanzania, kemungkinan mengalami luka ringan."
Kepala Kepolisian Wilayah Kilimanjaro Mohamed Chico mengidentifikasikan pendaki yang tewas adalah Kristian Matthew Ferguson, 27, asal Colorado; Mary-Lou Sammis, 57, asal California, dan Betty Orrick Sapp, 63, asal Tennessee, AS.
Diplomat AS di wilayah ini mengkonfirmasikan tiga warga AS tewas tapi tidak mau menjelaskan lebih jauh dengan alasan privasi. Wakibara menyebut, pendaki yang mengalami luka serius telah dievakuasi dengan menggunakan layanan dokter terbang dan dirawat di rumah sakit ke Nairobi, Kenya. Warga AS yang terluka ini, Paul Cunha, 45, asal New Hampshire, menyebut bahwa longsor terjadi begitu cepat dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi.
"Kami sedang berjalan naik? ketika kami mendengar suara longsoran tapi tidak melihat dimana arah datangnya. Kemudian kami melihat batuan besar datang begitu cepat," katanya kepada AFP dari rumah sakit.
"Isteriku, Carol, saat itu ada tepat di depan saya dan hal berikutnya yang bisa diingat adalah ketika orang-orang mencoba untuk melihat apakah saya baik-baik saja," kata Cunha. "Batuan itu menghantam bahu kiriku dan melukainya. Untungnya isteriku tidak apa-apa." (bj) Powered by AkoComment! |