Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Level Ozon Tertinggi di Pegunungan Tibet?
Level Ozon Tertinggi di Pegunungan Tibet? Cetak E-mail
Selasa, 20 Desember 2005
Buana Katulistiwa - Dalam kondisi udara tipis dan suhu di bawah nol, para pendaki Gunung Everest menghadapi tantangan lain. Pegunungan di dataran tinggi Tibet dimana Everest berada diketahui mengandung level ozon tertinggi, setinggi kota-kota berpolusi berat.

“Seluruh udara dalam lingkaran Tibet ditemukan ozon dengan level paling tinggi,” kata Kent Moore, fisikawan dari Universitas Toronto, dan pemimpin penulisan laporan baru temuan itu , seperti diberitakan LiveScience.com, akhir pekan lalu.

Ozon merupakan molekul tak berwarna dan sangat korosif. Dia terdiri dari tiga atom oksigen yang menyebabkan sulit untuk bernafas. Umumnya ozon bumi ditemukan di stratosfer, sekitar 8-30 mil di atas permukaan bumi. Everest sendiri 5,5 mil hingga di puncak tertingginya.

Ozon di stratosfer membantu melindungi bumi dari sinar ultraviolet matahari.

Musim gugur tahun lalu, John Semple, ahli bedah plastik dari Universitas Toronto dan peneliti pada sebuah studi baru, mengumpulkan data konsentrasi ozon ketika mendaki Yeli Pass di Bhutan. Dia menemukan konsentrasi gas meningkat lebih tinggi.

“Banyak orang mengira bahwa gunung-gunung merupakan salah satu tempat dimana dapat memperoleh udara bersih,” katanya. “Adalah mungkinkan bahwa ketika naik gunung ozon baik dalam kenyataannya menjadi ozon buruk, karena tidak penting ozon yang datang dari Anda tidak ingin menghirupnya.”

Untuk menjelaskan temuan Semple, Moore menjelaskan penelusuran satelit mengenai ozon di dataran tinggi antara tahun 1997 dan 2004. Dia menemukan bahwa konsentasi tinggi ditemukan di mana lokasi gunung berada.

Kalangan ilmuwan mengira bahwa mereka telah menemukan contoh pertama fenomena sungai dan aliran cairan lainnya di bumi. Pada saat pergerakan cairan berhubungan dengan objek lainnya (submerged object) , akan membentuk dua cabang dan mengalir di sekitar objek. Tapi jika cairan bergerak melingkar dan berputar, sesuatu yang ganjil terjadi: objek yang dimasuki itu akan membentuk “silinder” dari air yang meluas dari atas ke bawah cairan.

Virtual “silinder” ini dikenal sebgai kolom Taylor dan dapat mengganggu aliran air sebagaimana kolom fisik.

Atmosfer memiliki sungai udara, yang disebut saintis sebagai cairan yang bergerak dalam sebuah gerak sirkular mengikuti rotasi bumi. Moore percaya dataran tinggi Tibet seperti submerged object, yang membentuk kolom Taylor yang meluas dari permukaan planet hingga ke stratosfer, dimana dia mengganggu dia mengganggu aliran ozon.

“Sejauh yang kita tahu, ini pertama kali ditemukan di atmosfer,” kata Moore. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com