Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Lebanon Serukan Bantuan Internasional Atasi Tumpahan Minyak
Lebanon Serukan Bantuan Internasional Atasi Tumpahan Minyak Cetak E-mail
Jumat, 28 Juli 2006
Buana Katulistiwa- Kalangan lingkungan Lebanon menyerukan bantuan internasional untuk menghadapi krisis lingkungan yang disebabkan tumpahan minyak di Selatan Beirut, setelah dua pekan serangan udara Israel yang membabi-buta.

"Eskalasi serangan Israel atas Lebanon tidak hanya membunuh penduduk sipil dan menghancurkan infratsruktur, tapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah," kata Green Line Association, sebuah NGO Lebanon, seperti dilansir AFP, Jumat (28/7).

Lembaga ini menyebutkan bahwa serangan udara sejak dua pekan lalu pada ladang minyak Jiyeh telah menyebabkan bagian selatan Lebanon ditumpahi minyak 15.000 ton.

"Ladang minyak memiliki enam tangki bahan bakar. Empat diantaranya telah terbakar, dan yang kelima, yang hingga kini menyebabkan tumpahan, saat ini juga tetap terbakar," katanya.

Tumpahan minyak telah menyebar hingga lebih 100 km dari pantai Lebanon dari Jiyyah ke Shikka, bagian utara ibukota, termasuk pantai satu-satunya berpasir Ramlet al-Baida, ungkap Green Line.

"Ini jelas menjadi peristwiwa krisis lingkungan terburuk dalam sejarah Lebanon," kata lembaga ini dalam pernyataan bersama dengan kelompok lingkungan lain.

Kalangan NGO memperingatkan bahwa lingkungan pantai, termasuk kura-kura yang hidup di sana- tidak hanya akan mempengaruhi pariwisata Lebanon di masa datang, tapi juga akan menderita selama puluhan tahun akibat kerusakan lingkungan.

"Kebocoran minyak lebih besar dari apa yang bisa ditangani oleh otoritas lokal dan bantuan yang sifatnya segera sangat dibutuhkan dari luar," kata mereka.

Menteri Lingkungan, yang telah berbagi pengalaman dari ahli lingkungan dari Kuwait yang berpengalaman dalam menghadapi krisis ekologi setelah Perang Teluk 1991, mengatakan bahwa pembersihan minyak memerlukan biaya jutaan dolar.

Polusi, yang telah menyebabkan matinya iklan dan kehidupan pantai di sekitar wilayah ini, menyerang luas ekologi, kata Menteri Lingkungan Yacub Sarraf.

Sarraf dan penduduk menyebut bahwa aliran minyak juga disebabkan dari kapal komersil Mesir yang terkena serangan misil saat pertempuran antara kelompok militan Lebanon, Hizbullah dengan Israel.

Anak kapal Mesir tewas dalam peristiwa ini, termasuk empat anak kapal Israel yang tewas saat melakukan patroli di perairan Lebanon sebagai bagian dari serangan udara massif dan pengeblokan laut. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com