Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Konflik Keamanan Timur Tengah Memperburuk Manajemen Air
Konflik Keamanan Timur Tengah Memperburuk Manajemen Air Cetak E-mail
Jumat, 25 Agustus 2006
Buana Katulistiwa- Setelah Irak dan konflik kepentingan keamanan antara Suriah dan Turki, berbagai kalangan mendesak perlunya dialog politik bagi efektivitas manajemen sumber daya air, ungkap konferensi World Water Week di Stockholm.

Seperti dilansir Kantor Berita AFP, Kamis (24/8), panitia konferensi, Anders Jaegerskog mengatakan, "Manajemen air yang efektif menjadi subordinat dari isu keamanan dan kepentingan nasional, khususnya di Timur Tengah dan sebagian Afrika.

"Lemahnya hubungan politik antara Suriah dan Turki, menyebabkan kedua negara berhenti untuk bekerja bersama dalam manajemen air."

Pembendungan yang dilakukan Turki atas Tigris dan Euphrat telah disambut protes negara-negara tetangganya Irak dan Suriah yang mengklaim Turki memonopoli air dari sungai-sungai itu, yang mengalir ke selatan ke teritori mereka.

Persoalan politik antara Turki dan Suriah telah menghalangi dialog efektif untuk pembahasan isu air antara kedua negara, kata Jaegerskog.

Konferensi Stockholm, dengan subtema "Beyond the River, Sharing Benefits and Responsibilities", diset untuk membahas kerjasama antara negara-negara.

Perwakilan dari masyarakat sipil, lembaga pemerintahan dan akademisi dari Irak, Suriah dan Turki, Kamis duduk bersama dalam sebuah panel diskusi untuk membahas manajemen air antara negara mereka.

Dirjen Perencanaan Teknik pada Kementerian Sumber Daya Air Irak, Basil Rafaat kepada AFP mengatakan bahwa tantangan paling serius bagi kerjasama antara tiga negara adalah miskinnya political will untuk merealisasikan pertukaran informasi di antara mereka.

Hasan Sarikaya, dari Kementerian Lingkungan Turki mengharapkan pengumpulan data sumber daya air transnational. "Negara-negara .. harus memiliki data mengenai kuantitas dan kualitas air yang ada di wilayah ini.. saat ini ada banyak data yang dipermasalahkan dan kemudian tidak ada konsensus mengenai sumber daya air," kata Sarikaya kepada AFP.

Sementara Jaegerskog menambahkan bahwa diperlukan "kesepakatan besar harus dibuat" di tingkat pemerintahan negara-negara Timur Tengah untuk menangani persoalan sumber daya air ini.(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com