Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Konferensi PBB untuk Sistem Peringatan Dini
Konferensi PBB untuk Sistem Peringatan Dini Cetak E-mail
Selasa, 28 Maret 2006
Buana Katulistiwa - Ahli dari 140 negara bertemu dalam sebuah konferensi PBB di Jerman senin ini untuk melihat seberapa jauh dunia telah menyiapkan sistem peringatan dini, 15 bulan sejak Tsunami Desember lalu. Konferensi PBB tentang sistem peringatan dini ini adalah yang ketiga, dimana konferensi pertama di selenggarakan di Jerman tahun 1998 dan kemudian tahun 2003. Bill Clinton utusan khusus PBB untuk urusan pemulihan pasca bencana Tsunami, akan menempatkan delegasinya dan akan bertemu dengan para pendonor, untuk melakukan negosiasi mengenai rekonstruksi dan usaha pencegahan.

1300 delegasi yang menghadiri konferensi, juga mediskusikan 100 proyek sistem peringatan dini, seperti sistem peringatan banjir di Rumania, badai pasir di Asia serta kekeringan dan serangan hama di Afrika.

Tujuannya adalah untuk mencakup area yang belum masuk dalam peta sistem peringatan dini dan untuk meningkatkan sistem yang sudah ada, agar orang dapat mencapai tempat yang aman ketika bencana alam menimpa, kata Brigitte Leoni, Jubir dari PBB.

Pertemuan juga berfokus pada beberapa masalah, yaitu untuk mencoba untuk menciptakan sistem peringatan terhadap bencana gempa bumi agar menghindari korban jiwa, seperti yang dialami Pakistan pada Oktober lalu yang menewaskan 73.000 orang.

Peneliti geografi dari Jerman Jochen Zschau, yang hadir pada konferensi tersebut, mengatakan, sebuah sistem peringatan dini bisa memberikan orang beberapa saat untuk bereaksi sebelum gempabumi besar menguncang, dikutip dari www.afp.com.

"Beberapa saat waktu dari sistem peringatan akan menyelamatkan jiwa dan dilakukan hanya untuk keperluan yang bersifat darurat. Jika tidak bisa mencegah, maka bisa mengurangi jumlah korban", kata dia, Sistem peringatan dini terhadap gempa memang sangat jarang tapi ketersedian sistem tersebut dapat memberikan kelegaan."Kita mempunyai pengetahuan yang harus kita praktekan", tambah Jochen.

Irmgrand Schwaetze, ketua komite dari jerman pada konferensi tersebut, mengatakan jumlah bencana alam meningkat sebanding dengan peningkatan resiko terhadap kota-kota yang semakin bertambah populasinya.

"kita harus mengembangkan sistem peringatan dini dan tindakan pencegahannya untuk mengatasi peristiwa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya", katanya, untuk melaksanakannya perlu kerjasama dan komunikasi.

"Sistem peringatan dini hanya bisa bekerja ketika peringatan mencapai orang yang tepat, mereka mendapat informasi yang benar dan mereka melakukan cara yang benar".(bm)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com