Buana Katulistiwa - Para ilmuwan mengatakan lapisan ozon di atas
atmosfer daerah Inggris berada di tingkat rendah. The Guardian menyebutkan,
pengamatan ozon yang berpusat di Jerman memperlihatkan lapisan ozon,
berfungsi melindungi bumi dari radiasi matahari
yang berbahaya, ketebalannya makin menipis, yakni dari 4 mm - 5mm turun
menjadi
2,5 mm.
Menurunnya ketebalan lapisan ozon di Inggris, menurut Markus Rex, kepala
program pengamatan ozon Eropa di Postdam, disebabkan adanya kombinasi dari
salju Arktik dan udara bertekanan tinggi di sekitar Atlantik Utara.
"Keadaan tersebut dapat bertambah buruk, tergantung dari apa yang terjadi
bulan depan (April-red)," lanjut
Markus.
Markus juga menjelaskan bahwa penipisan ozon yang terjadi di Inggris
baru-baru ini memang hal yang signifikan, tetapi bukan berarti hal yang aneh.
"Bahkan, jika terdapat kenaikan radiasi ultraviolet dalam jumlah besar,
dampaknya masih lebih kecil jika dibandingkan pada musim panas ketika
intensitas penyinaran matahari berada di titik tertinggi," lanjutnya.
Penipisan lapisan ozon merupakan 'masalah besar yang dilupakan' sejak
Protokol Montreal (disahkan tahun 1987) berhasil mengurangi kandungan CFCs di
atmosfer, setelah adanya laporan dari ilmuwan Inggris di Antartika yang
menyebutkan bahwa zat tersebut dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon. Akan
tetapi, butuh waktu puluhan tahun untuk mengurangi Chlorine yang terdapat di atmosfer, dan kerusakan lapisan ozon
malah akan bertambah parah.
Tingkatan ozon menipis di sekeliling Arktik dan Antarktika akibat pantulan
sinar matahari mendorong bahan-bahan kimia perusak ke atmosfer. Temperatur
rendah mempercepat kerusakan ini, dan yang paling menjadi perhatian saat ini
adalah Antartika, dimana sebuah lubang di lapisan ozon telah terbuka sejak
tahun 80-an.
Melihat kondisi suhu dingin yang tidak biasa di Arktik saat musim dingin (yang
dihubungkan dengan pemanasan global) para ilmuwan Eropa memberi peringatan
mengenai kerusakan ozon di utara pada bulan Januari.
Komisi Eropa mengatakan bahwa sehubungan dengan terjadinya pendinginan di
lapisan stratosfer Arktik, peningkatan
kerusakan ozon dapat terjadi dalam beberapa dekade. Sebuah lubang di lapisan
ozon dapat mengakibatkan meningkatnya intensitas radiasi UV yang mempengaruhi
daerah kutub dan skandinavia, dan mungkin turun ke Eropa Tengah. Hal ini dapat
mempengaruh kesehatan manusia dan juga keanekaragaman hayati lainnya.
Kerusakan lapisan ozon yang diakibatkan oleh penggunaan zat-zat kimia yang
mengandung CFCs (chloroflurocarbons)
seperti yang terdapat di dalam pendingin ruangan dan aerosols sprays ini diakibatkan oleh banyaknya Chlorine yang dihasilkan dari suatu fenomena yang dikenal dengan polar vortex.
Polar vortex merupakan kejadian dimana CFCs digerakkan
oleh sirkulasi angin global menuju utara dan selatan bumi, sehingga 'kumpulan CFCs' tersebut 'terjebak' di kutub,
berisi massa udara dingin berputar yang terjadi dibawah tekanan tinggi yang
menggerakkan awan di lapisan stratosfer (stratosfer merupakan lapisan atmosfer
yang terdapat pada ketinggian sekitar 6 - 30 mil di atas permukaan bumi dimana
lapisan ozon berada). Awan inilah yang akan menghasilkan kondisi iklim yang
dapat memecah CFCs menjadi Chlorine
yang kemudian dapat merusak lapisan ozon (geographyinthenews.rgs.org).
Para ilmuwan meneliti konsentrasi ozon dan kondisi cuaca 12 mil di atas
permukaan bumi (dimana lapisan stratosfer berada) dengan menggunakan satelit,
balon udara, dan pesawat udara.
Awan yang terbentuk dalam musim dingin ini adalah yang terbesar terlihat di
Arktik dalam 20 tahun terakhir. Markus Rex menambahkan bahwa polar vortex merupakan tempat kejadian
dan situasi menjadi lebih buruk. Kerusakan ozon yang terjadi bisa lebih banyak
lagi jika vortex tetap stabil.
Tekanan tinggi menipiskan ozon karena ia menekan gas pelindung dari puncak
troposfer, bagian paling bawah dari atmosfer dimana cuaca terbentuk.
Kutub Arktik berputar, tidak seperti Antarktika yang tetap posisinya tiap
tahun. Hal ini mencegah penipisan ozon yang terpusat pada suatu tempat, seperti
yang terjadi di hemisphere selatan setiap musim semi, namun hal ini membuat
pancaran UV ke permukaan bumi tidak dapat diprediksi.
Kebanyakan pengrusakan ozon saat musim semi terjadi karena pembentukan
formasi ozon baru di daerah tropis, yang 'diangkut' ke Arktik. " Kerusakan
zat kimia ozon semestinya diimbangi dengan perpindahan ozon," kata Dr.
Rex.
Kerusakan lapisan ozon karena adanya pergerakan alami polar vortex Arktik yang menyebar sampai
sekitar Skandinavia dan daerah Inggris bagian utara lainnya. Musim dingin
2004-2005 di Arktik merupakan musim dingin yang paling buruk yang pernah
tercatat, dengan temperatur mencapai -78ºC pada lapisan stratosfer. Sampai
sejauh ini, hal tersebut merupakan bukti yang paling dipercaya bahwa perubahan
iklim global dapat mempengaruhi kenaikan suhu yang ekstrim daripada hanya
sekedar pemanasan secara umum di lapisan atmosfer yang lebih rendah. (da)
Powered by AkoComment! |