Depan arrow Artikel arrow Berita Dunia arrow Kerusakan Ozon di Inggris Akibat Kondisi Cuaca Arktik
Kerusakan Ozon di Inggris Akibat Kondisi Cuaca Arktik Cetak E-mail
Selasa, 05 April 2005

Buana Katulistiwa - Para ilmuwan mengatakan lapisan ozon di atas atmosfer daerah Inggris berada di tingkat rendah. The Guardian menyebutkan, pengamatan ozon yang berpusat di Jerman memperlihatkan lapisan ozon, berfungsi melindungi bumi dari radiasi matahari yang berbahaya, ketebalannya makin menipis, yakni dari 4 mm - 5mm turun menjadi 2,5 mm.

Menurunnya ketebalan lapisan ozon di Inggris, menurut Markus Rex, kepala program pengamatan ozon Eropa di Postdam, disebabkan adanya kombinasi dari salju Arktik dan udara bertekanan tinggi di sekitar Atlantik Utara. "Keadaan tersebut dapat bertambah buruk, tergantung dari apa yang terjadi bulan depan (April-red)," lanjut Markus.

Markus juga menjelaskan bahwa penipisan ozon yang terjadi di Inggris baru-baru ini memang hal yang signifikan, tetapi bukan berarti hal yang aneh. "Bahkan, jika terdapat kenaikan radiasi ultraviolet dalam jumlah besar, dampaknya masih lebih kecil jika dibandingkan pada musim panas ketika intensitas penyinaran matahari berada di titik tertinggi," lanjutnya.

Penipisan lapisan ozon merupakan 'masalah besar yang dilupakan' sejak Protokol Montreal (disahkan tahun 1987) berhasil mengurangi kandungan CFCs di atmosfer, setelah adanya laporan dari ilmuwan Inggris di Antartika yang menyebutkan bahwa zat tersebut dapat mengakibatkan kerusakan lapisan ozon. Akan tetapi, butuh waktu puluhan tahun untuk mengurangi Chlorine yang terdapat di atmosfer, dan kerusakan lapisan ozon malah akan bertambah parah.

Tingkatan ozon menipis di sekeliling Arktik dan Antarktika akibat pantulan sinar matahari mendorong bahan-bahan kimia perusak ke atmosfer. Temperatur rendah mempercepat kerusakan ini, dan yang paling menjadi perhatian saat ini adalah Antartika, dimana sebuah lubang di lapisan ozon telah terbuka sejak tahun 80-an.

Melihat kondisi suhu dingin yang tidak biasa di Arktik saat musim dingin (yang dihubungkan dengan pemanasan global) para ilmuwan Eropa memberi peringatan mengenai kerusakan ozon di utara pada bulan Januari.

Komisi Eropa mengatakan bahwa sehubungan dengan terjadinya pendinginan di lapisan  stratosfer Arktik, peningkatan kerusakan ozon dapat terjadi dalam beberapa dekade. Sebuah lubang di lapisan ozon dapat mengakibatkan meningkatnya intensitas radiasi UV yang mempengaruhi daerah kutub dan skandinavia, dan mungkin turun ke Eropa Tengah. Hal ini dapat mempengaruh kesehatan manusia dan juga keanekaragaman hayati lainnya.

Kerusakan lapisan ozon yang diakibatkan oleh penggunaan zat-zat kimia yang mengandung CFCs (chloroflurocarbons) seperti yang terdapat di dalam pendingin ruangan dan aerosols sprays ini diakibatkan oleh banyaknya Chlorine yang dihasilkan dari suatu fenomena yang dikenal dengan polar vortex.

Polar vortex merupakan kejadian dimana CFCs digerakkan oleh sirkulasi angin global menuju utara dan selatan bumi, sehingga  'kumpulan CFCs' tersebut 'terjebak' di kutub, berisi massa udara dingin berputar yang terjadi dibawah tekanan tinggi yang menggerakkan awan di lapisan stratosfer (stratosfer merupakan lapisan atmosfer yang terdapat pada ketinggian sekitar 6 - 30 mil di atas permukaan bumi dimana lapisan ozon berada). Awan inilah yang akan menghasilkan kondisi iklim yang dapat memecah CFCs menjadi Chlorine yang kemudian dapat merusak lapisan ozon (geographyinthenews.rgs.org). Para ilmuwan meneliti konsentrasi ozon dan kondisi cuaca 12 mil di atas permukaan bumi (dimana lapisan stratosfer berada) dengan menggunakan satelit, balon udara, dan pesawat udara.

Awan yang terbentuk dalam musim dingin ini adalah yang terbesar terlihat di Arktik dalam 20 tahun terakhir. Markus Rex menambahkan bahwa polar vortex merupakan tempat kejadian dan situasi menjadi lebih buruk. Kerusakan ozon yang terjadi bisa lebih banyak lagi jika vortex tetap stabil.

Tekanan tinggi menipiskan ozon karena ia menekan gas pelindung dari puncak troposfer, bagian paling bawah dari atmosfer dimana cuaca terbentuk.

Kutub Arktik berputar, tidak seperti Antarktika yang tetap posisinya tiap tahun. Hal ini mencegah penipisan ozon yang terpusat pada suatu tempat, seperti yang terjadi di hemisphere selatan setiap musim semi, namun hal ini membuat pancaran UV ke permukaan bumi tidak dapat diprediksi.

Kebanyakan pengrusakan ozon saat musim semi terjadi karena pembentukan formasi ozon baru di daerah tropis, yang 'diangkut' ke Arktik. " Kerusakan zat kimia ozon semestinya diimbangi dengan perpindahan ozon," kata Dr. Rex.

Kerusakan lapisan ozon karena adanya pergerakan alami polar vortex Arktik yang menyebar sampai sekitar Skandinavia dan daerah Inggris bagian utara lainnya. Musim dingin 2004-2005 di Arktik merupakan musim dingin yang paling buruk yang pernah tercatat, dengan temperatur mencapai -78ºC pada lapisan stratosfer. Sampai sejauh ini, hal tersebut merupakan bukti yang paling dipercaya bahwa perubahan iklim global dapat mempengaruhi kenaikan suhu yang ekstrim daripada hanya sekedar pemanasan secara umum di lapisan atmosfer yang lebih rendah. (da)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com