Depan Topik Fisik Kecil Kemungkinan Terjadi Tsunami Besar Susulan
|
Kecil Kemungkinan Terjadi Tsunami Besar Susulan |
|
|
|
Kamis, 30 Desember 2004 |
Buana Katulistiwa-Tercatat ribuan orang meninggal setelah sebuah
gempa menghasilkan gelombang besar yang menerjang kawasan pesisir
negara-negara di sekitar Selatan dan Timur Asia.
Dr Brian Baptie, ahli
seismologi British Geological Survey, seperti dilansir dari www.news.bbc.co.uk
beberapa saat setelah terjadi bencana tsunami pertama, menjelaskan
bagaimana gelombang, atau tsunami tersebut terbentuk, termasuk
kemungkinan terjadinya tsunami susulan, sebagaimana sempat membuat
panik masyarakat Aceh. Berikut petikannya:
(T) Dalam terminologi geologi, apa sebenarnya yang telah terjadi?
(J) Pulau Sumatra, atau bagian Barat Laut Indonesia terletak tepat di
batas lempeng. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai lempeng tektonik
yang berbeda-beda dan posisi lempeng tersebut terus bergerak. Lempeng
yang terdiri dari Samudera Hindia di atasnya ini bergerak menuju arah
Timur Laut dan bertubrukan dengan Sumatra. Dan bersamaan dengan
peristiwa 'tabrakan' tersebut, lempeng Samudera Hindia tersubduksi ke
bawah lempeng Sumatra, lempeng yang tersubduksi itu patah dan akhirnya
mengakibatkan terjadinya gempa.
Gempa ini merupakan salah satu gempa terbesar sepanjang sejarah,
membentuk jalur patahan sepanjang 1.000 km, dan mengakibatkan
perpindahan lempeng secara vertikal sekitar 10 m. Perpindahan lempeng
secara vertikal inilah yang mengakibatkan timbulnya tsunami besar.
(T) Bagaimana proses pembentukan gelombang besar tersebut?
(J) Terdapat perpindahan lempeng vertikal besar-besaran di dasar laut
sebagai hasil dari gempa yang akhirnya 'mengagetkan' air yang bervolume
sangat besar.
Ratusan kubik kilometer air tersebut 'digerakkan' oleh perpindahan
lempeng di dasar laut yang menghasilkan jalur patahan sepanjang 1.000
km dengan tinggi perpindahan sebesar 10 m. Akhirnya, terbentuklah
gelombang di lautan.
Di lautan dalam, tinggi gelombang yang dihasilkan mencapai beberapa
meter, sekitar 5 - 10 m, dan berjalan beberapa ratus kilometer per
jamnya. Artinya, perjalanan gelombang tersebut relatif lambat bila
dibandingkan dengan gelombang seismic hasil dari gempa bumi, dan
memakan waktu beberapa jam untuk gelombang mencapai pantai-pantai di
sekitar Samudera Hindia.
Gelombang tsunami akan memperlahan gempurannya ketika sudah mendekati
pantai, karena air laut menjadi lebih dangkal, itu artinya gelombang
akan naik secara dramatis. Tinggi gelombang ini ketika mencapai garis
pantai berkisar antara 10 - 20 m, mungkin hal seperti inilah yang
terjadi pada kasus ini.
(T) Mengapa tidak ada peringatan sebelumnya mengenai tsunami tersebut?
(J) Di Samudera Pasifik terdapat sistem peringatan tsunami karena
wilayah tersebut memiliki banyak catatan sejarah terkena gempa yang
mengakibatkan tsunami sepanjang abad XX. Tetapi bencana seperti ini
belum pernah terjadi sebelumnya di Samudera Hindia. Peristiwa hari
Minggu (26/12) lalu merupakan kejadian pertama kalinya, dan sejauh ini
belum ada sistem peringatan tsunami yang berlaku di wilayah tersebut.
(T) Adakah kemungkinan timbul tsunami dalam skala yang sama?
(J) Kecil kemungkinan akan terjadi tsunami susulan dalam skala yang
sama. Yang biasanya terjadi setelah kita mengalami gempa dengan
intensitas yang sangat kuat adalah timbulnya gempa-gempa susulan yang
akan berlangsung selama beberapa hari. Intensitas gempa susulan
biasanya tidak sekuat gempa pertama, walaupun begitu, bukan tidak
mungkin akan terjadi lagi. Tetapi kemungkinan hanya guncangan yang
tidak terlalu kuat dan menghasilkan tsunami yang lebih kecil. (da)
Powered by AkoComment! |
|
|
|
|
|