Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Ditemukan Kawah Meteor di Mesir
Ditemukan Kawah Meteor di Mesir Cetak E-mail
Senin, 06 Maret 2006
Buana Katulistiwa- Ilmuwan dari Pusat Penginderaan Jauh Universitas Boston, Inggris, Jumat (3/3) lalu menemukan kawah yang dibentuk oleh batuan meteor jutaan tahun lalu di Gilf Kebir, Mesir, dekat perbatasan Libya.

Kawah dengan dua cekungan ini - memiliki cekungan luar yang mengelilingi cekungan dalam - dipercaya sebagai kawah terbesar akibat meteor di kawasan Gurun Sahara, dengan diameter 31 km. Kawah yang sebelumnya dianggap terbesar di Sahara adalah di Chad dengan diameter 12 km. Kawah ini ditemukan oleh Dr Farouk El-Baz dan Dr Eman Ghoneim saat mempelajari citra satelit wilayah barat Mesir. Demikian rilis berita dari Universitas Boston.

Temuan ini diberi nama Kebira, yang berarti "besar" dalam bahasa Arab, juga merupakan tempat ditemukannya kawah ini, Gilf Kebir. Alasan mengapa kawah sebesar ini tidak dikenal sebelumnya masih menjadi spekulasi para ilmuwan.

"Mungkin Kebira luput dari perhatian karena ukurannya yang sangat besar - kira-kira sama dengan wilayah kota Kairo mulai dari bandara di timur laut sampai kawasan Piramid Giza di barat daya," duga El-Baz. "Pencarian kawah juga biasanya terkonsentrasi pada kenampakan kecil, terutama yang bisa diidentifikasi langsung di lapangan. Keuntungan dengan melihat lewat udara (satelit-Red) adalah kita bisa melihat pola keruangannya, juga bisa melihat pada wilayah yang luas."

Peneliti juga menemukan bukti bahwa Kebira merupakan daerah yang tererosi air dan angin yang hebat sehingga sukar dikenali. "Kawah ini dilewati dua sungai kuno yang mengalir dari timur ke barat," papar Ghoneim.

Daerah tempat kawah ini merupakan daerah berbatu pasir yang dibentuk sekitar 100 juta tahun lalu - material yang sama yang meliputi bagian timur Sahara.

kawah Kebira

Bentuk kawah ini menyerupai banyak kawah dengan dua cekungan di bulan yang diingat El-Baz dari keikutsertaanya dalam program Apollo. Dari situ, El-Baz beranggapan kawah ini akan memainkan peranan penting dalam studi planetologi selanjutnya. Dan dengan bentuk yang dihasilkan dari benda luar angkasa ini, juga akan membantu mebuktikan kawasan "Gurun Kaca" - fragmen kaca silika kuning-jiau yang ditemukan di permukaan gurun antara bukit pasir besar di Laut Pasir Besar, barat daya Mesir.

Kawah ini tercatat sebagai kawah meteor terbesar ke-25 menurut Wikipedia.(ac)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com