Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Ilmuwan: Pemanasan Laut Merusak Terumbu Karang
Ilmuwan: Pemanasan Laut Merusak Terumbu Karang Cetak E-mail
Selasa, 04 Juli 2006
Buana Katulistiwa- Suhu Laut Karibia telah mencapai titik tertinggi tahunannya dua bulan sebelum waktunya - sebuah sinyal terumbu karang kemungkinan mengalami gangguan akibat meluasnya kerusakan yang sama tahun lalu, kata kalangan ilmuwan, Selasa (4/7).

Seperti dilansir Kantor Berita AP, suhu lautan di sekitar Puerto Rico dan Florida Keys mencapai 83,5 derajat Sabtu - angka yang tidak normal sebelum September, kata Al Strong, ilmuwan US National Oceanic and Atmospheric Administration's Coral Reef Watch.

"Kami mendapati bahwa pemanasan seharusnya terjadi dua bulan lagi," kata Strong kepada AP. Jika suhu kembali meningkat, ini benar-benar menjadi sangat serius."

Peneliti khawatir musim panas lainnya dapat mengganggu terumbu karang yang sedang merecover dirinya dari tahun lalu, ketika lebih dari 40 persen terumbu karang mati dalam pemanasan yang abnormal sekitar Pulau Virgin, AS.

Suhu lautan yang tinggi akan membuat terumbu karang stress, dan mendorong kematian dini. Kalangan ilmuwan sendiri tidak mencatat apa yang ada di balik pemanasan suhu lautan itu namun beberapa diantara mereka berspekulasi bahwa hal itu disebabkan oleh kemanasan global.

NOAA sendiri telah menganjurkan kepada operator scuba-dive dan peneliti bawah laut, untuk berhati-hati sekitar terumbu karang, yang sangat mudah mengalami kerusakan oleh sentuhan fisik, kata Strong.

Terumbu karang merupakan habitat untuk ikan, udang dan binatang lain. Mereka juga bisa berlindung dari arus laut Karibia sehingga tidak dihempaskan ke pantai.

Sebuah catatan sembilan persen elkhorn coral - sangat penting bagi terumbu karang - mati tahun lalu di Kepulauan Virgin, dan kebanyakan lainnya mengalami kerusakan. Elshorn merupakan satu-satunya coral yang mengalami pertumbuhan paling cepat yaitu 8 inchi per tahun, berbeda dengan varietas lain yang kurang dari seinchi setahun.

Jutaan orang mengunjungi Karibia setiap tahunnya untuk melakukan selam di sepanjang terumbu karang, yang merupakan bagian dari industri pariwisata multi-miliar dolar.(bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com