Depan Topik Fisik Hutan Amazon Masih Terus Digunduli
|
Hutan Amazon Masih Terus Digunduli |
|
|
|
Senin, 10 Januari 2005 |
Buana Katulistiwa- Amazon pada tahun 2004 lalu, tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Hutan yang memiliki luas lebih besar dari negara bagian New Jersey ini masih mengalami pengrusakan. Faktor utamanya adalah penebangan hutan secara besar-besaran.
Rata-rata 2.000.000 acre lahan setiap tahunnya 'dihabisi' untuk dibangun jalan, lahan pertanian, dan tempat tinggal di areal hutan yang menjadi rumah aneka ragam spesies dan orang pribumi, tulis situs www.nationalgeographic.com.
Amazon, hutan terluas di dunia, yang mencapai 7 juta km2, merupakan dry land forest ("Floresta de Terra Firme"). Terbentang di dataran yang sangat luas dengan ketinggian 130 - 200 meter dan tak pernah tergenang air. Terdiri dari sedimen yang tertinggal oleh Danau Belterra, yang sebagian besar mengisi lembah sungai Amazon pada jaman Meiosene dan Pleiosene antara 25 ribu sampai 1,8 juta tahun yang lalu. Lumpur dan lempung yang didepositkan oleh danau tersebut 'menghasilkan' tiga jenis hutan Amazon yang dapat kita lihat sekarang, antara lain hutan tanah tinggi Andes, hutan tanah kering, serta hutan dataran banjir.
James Alock, peneliti lingkungan dari Universitas Pennsylvania, dalam situs news.bbc.co.uk berpendapat bahwa pengrusakan hutan amazon akan terus berlangsung selama satu dekade mendatang. "Amazon akan lenyap dalam setengah abad," tegasnya. Alock juga memperkirakan, pengrusakan yang dilakukan akan lebih cepat dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Kekhawatiran Alock tertumpu pada proses umpan balik yang rumit karena akan sangat berbahaya.
Sementara situs peopleandplanet.net, Kamis (8/4) yang lalu memberitakan hasil pengamatan satelit yang diluncurkan oleh Brazil's National Space Sciences Institute (INPE) yang menunjukkan pengrusakan terhadap hutan amazon masih terus berjalan. Penebangan hutan yang terjadi pada tahun 2003 semakin meningkat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hasil rekaman satelit memperlihatkan lebih dari 23.000 km2 luas hutan amazon, yang sama saja dengan setengah luas negara Swiss, telah menghilang dalam kurun waktu satu tahun, yaitu antara Agustus 2002 - Agustus 2003. Kerusakan yang terjadi memang tidak separah ketika pertengahan 90-an, tetapi fakta yang ada memperlihatkan bahwa hutan terluas di dunia ini makin lama makin 'menghilang' dengan cepat dalam waktu yang singkat. Peneliti dari berbagai negara telah mengingatkan dampak besar yang akan ditimbulkan seperti pengaruh terhadap pemanasan global serta terancamnya keselamatan ribuan flora dan fauna.
Menurut data WWF Brasil, penebangan hutan terluas justru terjadi di area-area yang menjadi pusat konservasi berbagai macam spesies di Amazon. Saat ini, salah satunya telah lenyap, sementara lima tempat lainnya, hanya bersisa setengah dari luas keseluruhan masing-masing tempat tersebut. Berdasarkan bukti inilah, organisasi konservasi memperingatkan pemerintah Brasil untuk melakukan upaya lebih banyak dalam menghentikan pengrusakan atas hutan yang memiliki total luas 7 juta km2 tersebut. Denise Hamu, kepala WWF Brasil mengatakan bahwa penebangan hutan yang terjadi di Amazon sudah mencapai kondisi yang sangat mengkhawatirkan. "Pemerintah Brasil harus menanggapi serius masalah ini dengan memenuhi komitmennya untuk menambah luas area hutan yang dilindungi secara legal," jelas Hamu.
Kerjasama
Pada tahun 1998, pemerintah Brasil, bekerja sama dengan Bank Dunia, Global Environment Facility dan WWF, berjanji untuk menambah luas hutan yang dilindungi dengan cara menyisihkan lahan setidaknya 12 persen dari keseluruhan luas Amazon untuk konservasi pada tahun 2013. Pada tahun 2002, berdasarkan program yang dikeluarkan oleh Amazon Regional Protected Area (APRA), telah diresmikan Taman Nasional Tumucumaque seluas 38.000 km2 sebagai area yang dilindungi.
Penebangan Hutan di Amazon menurut Data Pemerintah Brazil
Lebih jauh, para ahli konservasi menaruh perhatian kepada beberapa negara yang mengurangi luas taman nasionalnya yang menurut laporan gagal mengalokasikan kebutuhan seluruh komunitasnya. Penduduk asli ini tergusur oleh penduduk ilegal yang berdatangan.
"Penebangan hutan yang ada menurut data pemerintah, sudah sangat meresahkan," ujar Chris Elliot, Direktur WWF International's Forest Programme. "Yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan untuk memindahkan bagian-bagian dari Amazon yang secara biologis sangat penting ke area yang dilindungi dengan ketat dan penggunaan sumberdayanya teratur dan berkesinambungan." lanjutnya. Elliot juga menjelaskan bahwa menurut penelitian, cara yang paling efektif untuk mengontrol penebangan hutan ilegal adalah dengan menjadikan area yang memiliki penggunaan tanah yang berkesinambungan sebagai 'penyangga' area yang dilindungi tersebut.
Melebihi periode sebelumnya
Kejadian di Amazon pada tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Hutan yang memiliki luas lebih besar dari negara bagian New Jersey ini masih mengalami pengrusakan. Faktor utamanya adalah penebangan hutan secara besar-besaran untuk pembuatan jalan.
Dalam mengomentari gambaran awal yang disajikan oleh satelit, para pengamat lingkungan khawatir pengrusakan terhadap Amazon tahun 2003 - 2004 melebihi periode sebelumnya. Data tersebut berdasarkan pengamatan sistem satelit terhadap penebangan hutan yang dilakukan pada tes awal. Gambaran tahunan keadaan Amazon, akan dikeluarkan oleh pemerintah pada bulan Maret mendatang, berdasarkan data yang berasal dari sistem satelit yang berbeda.
"Citra satelit mengindikasikan 8.920 mil persegi sampai 9.420 mil persegi area Amazon telah dibabat tahun 2004, " kata Paulo Capobianco, Sekertaris Pemerintahan Keanekaragaman Hayati dan Kehutanan. Dia melanjutkan, angka tersebut bisa lebih besar, lebih kecil, atau sama, tergantung dari keputusan yang dikeluarkan bulan Maret mendatang. Yang pasti, dari gambaran yang sudah ada dan indikasi lainnya menjelaskan, tidak ada penurunan angka penebangan hutan periode ini.
Capobianco melanjutkan, gambaran yang ada sangat mengkhawatirkan karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kasus penebangan hutan di Amazon, kali ini cenderung meningkat. Peningkatan itu berkaitan dengan usaha di sektor pertanian, yaitu penambahan area pertanian. Menurut catatan sejarah, penebangan hutan terluas terjadi pada pertengahan 90-an ketika Amazon dilanda bencana kebakaran yang sangat hebat.
Data menunjukkan, penebangan hutan yang mengalami pelonjakan terdapat di sepanjang jalan yang akan diaspal oleh pemerintah. ?Alasan utamanya adalah dibangunnya Jalan BR-163," ujar Roberto Smeraldi, kepala Friends of the Earth Brasil. Dia mengatakan bahwa pemerintah bahkan tidak membahas mengenai undang-undang antipenebangan yang mereka tetapkan sendiri berkaitan dengan pembuatan jalan tersebut. Perlu diketahui, di sekitar jalan itu, penebangan hutan yang terjadi, naik menjadi lebih dari lima kali lipatnya.
Para pemerhati lingkungan memberi peringatan bahwa jalan-jalan, bendungan dan saluran air yang terdapat di Amazon, yang merupakan tempat tinggal bagi lebih dari 30 persen spesies hewan dan tumbuhan di muka bumi, adalah ancaman terbesar bagi kelestarian hutan Amazon karena jalan, bendungan, dan saluran air tersebut akan membuka akses untuk pembangunan yang berskala lebih besar. (da) Powered by AkoComment! |
|
|
|