|
Buana Katulistiwa- Li Pingri, 75, geografer dari Guangdong Academy of Science, yakin bahwa kunci kepada pola perubahan iklim dapat ditemukan pada pohon-pohon tua.
"Penelitian yang saya lakukan cukup lama pada pohon-pohon tua ditemukan bahwa peningkatan pemenasan iklim global merupakan bukan hanya dampak dari efek rumah kaca tapi juga hukum alam," kata Li kepada China Daily, belum lama ini.
"Sepanjang studi pohon-pohon tua, saya menemukan temperatur telah meningkat dan menurun dalam jalan yang reguler, dalam arus perputaran sekitar 400 tahun," kata Li.
Menurut teorinya, temperatur global akan meningkat hingga puncaknya tahun 2100, dan kemudian menurun. Temperatur paling dingin akan terjadi sekitar tahun 2300.
Li mendasarkan risetnya pada studi lingkaran pohon. "Lingkaran yang tipis menunjukkan iklim pada tahun itu keras, lebih dingin dan lebih kering, dan lingkaran tebal berarti bahwa pohon itu hidup dalam kondisi alam yang nyaman."
Li memperkenalkan "idesia polycarpa" ini dengan merujuk pada pohon di sebuah provinsi yang kini Semenanjung Korea, sebagai contoh perubahan iklim.
Dia berbicara pada Dongguan's Guanyin Mountain Old Tree Museum, yang telah mengoleksi 47 pohon tua. Bulan lalu, museum ini memperoleh penghargaan atas kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan di provinsi.
"Museum telah mencatat nama, waktu kematian, iklim sekitar tahun kematian dan informasi lainnya," kata Li. "Pohon tertua di museum ini mati 4.420 tahun lalu."(bj)
Powered by AkoComment! |