Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Gempa Masih Menewaskan Banyak Orang pada 2005
Gempa Masih Menewaskan Banyak Orang pada 2005 Cetak E-mail
Senin, 16 Januari 2006
Buana Katulistiwa - Meskipun jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di seluruh dunia pada tahun 2005 lebih sedikit daripada tahun 2004, namun sekurang-kurangnya 89.353 korban telah dilaporkan meninggal, menurut catatan U.S. Geological Survey (USGS) dan dikonfirmasi oleh United Nations Office for Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA). Dari jumlah korban tewas pada tahun tersebut, lebih dari 87.000 tewas ketika gempa bermagnitudo 7,6 menghantam Pakistan pada 8 Oktober.

Dalam siaran persnya minggu lalu (12/01), USGS menyatakan tahun 2004 merupakan tahun gempa paling mematikan ketiga dalam sejarah, dengan lebih dari 283.000 tewas saat terjadi gempa bermagnitudo 9,0 yang telah memicu tsunami. Peristiwa ini diperkirakan telah memicu gempa berikutnya yang berskala 8,7 yang terjadi di zona patahan Sumatera pada 28 Maret 2005, yang menelan korban 1.313 jiwa dan merupakan goncangan terkuat pada 2005.

Gempa paling mematikan pada 2005 terjadi di selatan Pakistan, berskala magnitudo 7,6, yang menewaskan 87.351 dan melukai lebih dari 69.000 orang. Kerusakan parah terjadi di daerah Muzaffarabad, Kashmir, di mana seluruh desa hancur, dan di Uri di mana menghancurkan 80 persen bangunan di kota tersebut. Klik di sini untuk melihat daftar gempa yang tercatat pada tahun 2005.

USGS mendeteksi sekitar 80 gempa bumi setiap harinya, atau hampir 29.000 dalam setahun. Bila dirata-ratakan, terdapat 18 gempa kuat (magnitudo 7,0 sampai 7,9) dan 1 gempa sangat kuat(8,0 atau lebih) setiap tahun di seluruh dunia. Beberapa juta gempa terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia, tapi kebanyakan tidak terdeteksi karena muncul di daerah terpencil atau magnitudonya sangat lemah. Di Amerika Serikat sendiri, gempa bumi mengancam 75 juta orang warganya di 39 negara bagian.

Menurut USGS, meskipun kemajuan nyata telah dicapai dalam penelitian dan mitigasi gempa bumi, resiko terjadinya korban jiwa akibat gempa bumi masih tinggi, khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pertumbuhan penduduk. Kurangnya bangunan berstandar disain struktur tahan Gempa juga turut menambah besar resiko tersebut.(qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com