|
Buana Katulistiwa- Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter mengguncang negara Pulau Tonga, sempat menimbulkan kepanikan di Selandia Baru, setelah peringatan tsunami disampaikan ke negara-negara di sekitar Pasifik Selatan.
Meskipun peringatan diberikan dalam waktu dua jam, ratusan orang di pantai Kota Gisborne, Selandia Baru, 2.000 kilometer dari episentrum, panik meninggalkan rumah-rumah mereka.
"Kebanyakan komunitas di pantai Gisborne telah dievakuasi," kata pengawas pertahanan sipil wilayah, Richard Steele kepada radio nasional, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (4/5). "Kondisi lepas kendali."
Namun, meskipun kepanikan melanda Selandia Baru, 110.000 penduduk Tonga rupanya tidak menyadari adanya peringatan tsunami.
"Ada persoalan dalam sistem komunikasi internal, sehingga otoritas Tonga tidak menerima peringatan itu dengan lengkap," kata Kevin Vang dari Pusat Darurat dan Informasi Bencana Australia-Pasifik.
US Geological Survey (USGS) sebelumnya menyebut, gempa "besar" dengan kekuatan 8,0 SR, terjadi pada pukul 04.26 pagi (15.26 GMT Kamis) di tengah kepulauan Tonga.
Episentrum tercatat 160 km timur laut Tonga, yaitu Pulau Nuku'Alofa dan 16 kilometer di permukaan bumi, yang dinilai relatif bisa menyebabkan tsunami.
Ini adalah gempa bumi terbesar yang dicatat USGS sejak gempa bumi yang melanda Sumatera, Indonesia, yaitu 8,6 SR pada Maret 2005 dan 9,0 SR pada Desember 2004 yang menewaskan lebih dari 220.000 orang.
Belum jelas berapa banyak korban yang diakibatkan oleh gempa Tonga ini, namun beberapa laporan yang masih perlu konfirmasi menyebut diketahui beberapa kejadian luka-luka dan kerusakan di Tonga.
Seorang tamu hotel, yang dikenali sebagai warga Korea Selatan, Song Sang Hoon, mengalami luka lengan ketika dia melompat dari jendela hotel di lantai tiga.
"Dia adalah satu-satunya wisatawan yang terluka. Dia melompat dari kamar, kemungkinan dia ketakutan," kata William Vea, resepsionis malam Pacifik Royale Hotel.
Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii telah meminta peringatan kepada Selandia Baru dan Fiji untuk mempersiapkan aksi untuk menghadapi kemungkinan gelombang baru, namun pejabat pertahanan sipil Selandia Baru menyebut setelah 30 menit tidak terjadi tsunami yang signifikan.(bj)
Powered by AkoComment! |