|
Buana Katulistiwa- Gelombang panas yang menyerang bagian timur dan barat tengah Amerika Serikat sepekan terakhir telah menyebabkan sedikitnya 27 orang meninggal dunia.
Dari Virginia Beaceh, Kantor Berita AP melaporkan, Jumat (4/8), belasan negara bagian, mulai dari Georgia hingga Connecticut, sedang dalam kondisi ancaman panas begitu perkembangan peningkatan temperatur 90 derajat atau lebih tinggi. Virginia Beach mencapai lebih tinggi 99 derajat Fahrenheit (sekitar 38 derajat Celcius).
Temperatur meningkat ke level baru di sejumlah kota, termasuk 97 derajat di Bridgeport, Conn; 98 di Islip, NY; dan 100 di Newark, NJ, dan Baltimore, sesuai dengan informasi National Weather Service.
Berbagai bantuan telah diberikan setelah larut malam, begitu topan dilaporkan juga terjadi di bagian timur. Temperatur di Chicago dan Detroit menurun pada Jumat ini.
Otoritas telah mengkonfirmasikan bahwa menyebabkan sedikitnya 27 orang tewas di 11 negara bagian dan di DC (District of Colombia) sejak peningkatan temperatur pada pada hari Minggu. Panas juga diduga menjadi penyebab kematian delapan orang lainnya.
Di Illinois, sedikitnya enam orang tewas terkait dengan panas dan dikonfirmasikan pekan ini di Cook County, dan polisi percaya enam kematian lainnya pada Rabu terjadi akibat peningkatan panas ini.
Namun beberapa pihak percaya sdikitnya jumlah kematian di Chicago akibat pengalaman kota ini atas peristiwa yang sama pada tahun 1995, dimana gelombang panas yang sama telah menewaskan lebih dari 700 orang dalam empat hari, kata Eric Klinenberg, yang menulis "Heat Wave: A Social Autopsy of Disaster in Chicago," setelah peristiwa gelombang panas 1995.
"Saya ingin mengatakan Chicago menjadi contoh nasional bagi perencanaan darurat gelombang panas," kata Klinenberg, yang adalah sosiologis pada New York Univesity.(bj)
Powered by AkoComment! |