Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Dua Buah Danau Bawah Es Baru Ditemukan Di Antartika
Dua Buah Danau Bawah Es Baru Ditemukan Di Antartika Cetak E-mail
Kamis, 02 Pebruari 2006
ImageBuana Katulistiwa - Danau Vostok yang terbujur lebih dari 2 mil di bawah lapisan es Antartika mungkin merupakan danau bawah es (subglasial) terbesar yang diketahui di dunia, namun danau tersebut ternyata tidak sendirian di sana.

Pada Geophysical Research Letters terbitan Februari 2006, para ilmuwan dari Lamont-Doherty Earth Observatory, anggota dari The Earth Institute di Columbia University, menjabarkan untuk pertama kalinya ukuran, kedalaman dan bentukan asal dari dua tetangga Vostok terbesar itu. Dua danau subglasial tetangga Vostok itu dinamakan 90?BT dan Sovetskaya (stasiun penelitian Rusia yang kebetulan terletak di atas danau tersebut). Temuan para ilmuwan juga menunjukkan, bahwa seperti halnya Vostok, sebuah ekosistem eksotik mungkin masih hidup di danau tersebut setelah 35 juta tahun terkurung oleh lapisan es.

Ahli geofisika Robin Bell dan Michael Studinger dari Lamont-Doherty menggabungkan data dari radar, survey gravitasi, citra satelit, altimetri laser dan catatan-catatan dari Ekspedisi Antartika Soviet yang secara kebetulan pernah melintasi danau tersebut pada 1958-1959. Mereka berdua beserta rekan dari University of New Hampshire dan NASA, melaporkan bahwa danau 90?BT memiliki luas sekitar 2.000 km persegi, sedangkan danau Sovetskaya sekitar 1.600 km persegi. Keduanya tertutup oleh lapisan es setebal 2 mil. Kedalaman danau diperkirakan sekitar 900 meter, yang dikalkulasi dari data gravitasi yang diambil selama survey udara pada 2000 dan 2001.

Image
Citra satelit MODIS menunjukkan lokasi stasiun penelitian Sovetskaya dan Danau 90 BT dibandingkan dengan Danau Vostok. (sumber: www.ldeo.columbia.edu)

Melihat fakta kedalamannya beserta fakta bahwa danau-danau tersebut berparalel satu sama lain beserta danau Vostok, para peneliti menyimpulkan bahwa sistem danau tersebut merupakan bentukan asal tektonik.

Kombinasi panas dari bawah dan lapisan es tebal di atasnya menjaga suhu air di kedua danau tersebut pada 2 derajat celcius, meskipun suhu di atas permukaan dapat menurun hingga -80 derajat celcius di musim dingin. Melihat danau tersebut dikelilingi oleh patahan, Bell mengatakan danau tersebut kemungkinan menerima aliran nutrisi yang dapat mendukung ekosistem yang unik.

Hal tersebut, dan juga bentukan asal tektonik dari danau tersebut, mendukung pendapat bahwa meskipun perubahan iklim di atas permukaan terjadi selama lebih dari 10 hingga 35 juta tahun, volume danau cenderung konstan, menyediakan lingkungan yang stabil, dan apabila ramah, mungkin dapat dihidupi dapat menjadi persinggahan ekosistem tua dan asing yang mampu beradaptasi untuk hidup di bawah lapisan es.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 145 danau-danau lainnya yang terperangkap di bawah es. Bagaimanapun, hingga saat ini belum ada yang menyamai ukuran maupun kedalaman Vostok.(qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com