|
Buana Katulistiwa- Lebih dari 100 orang tewas di Perancis akibat gelombang panas yang terjadi sejak Juli, kata otoritas, menyusul peningkatan temperatur yang terus berlanjut di tenggara Eropa.
Institut Monitoring Kesehatan Perancis, seperti dikutip AFP, Jumat (4/8) menyebut gelombang panas di negara ini dalam bulan Juli yakni bulan paling panas di negeri itu, telah menyebabkan 112 orang tewas.
Sebanyak 12 orang dari jumlah itu tewas akibat menderita hiperthermia -serangan panas atau serangan matahari - saat bekerja di terik panas dan kebanyakan dari mereka adalah kelompok orang tua.
Tahun ini, diyakini tidak ada pengulangan kerugian nyawa melebihi kejadian tahun 2003, saat Perancis mengalami tragedi tewasnya 15.000 orang akibat gelombang panas yang sama.
Di Spanyol, pria berusia 31 tahun menjadi korban ke -13 akibat panas yang berlanjut di sana. Pria ini tewas di Terrassa dekat kota Barcelona. Pria ini menderita heatstroke.
Otoritas Yunani melakukan upaya membuka 25 pusat air condicition di Athena begitu temperatur diketahui meningkat menjadi 38 derajat Celcius (100 derajat Fahrenheit).
Pelayan kesehatan meminta kewaspadaan penduduk berusia tua dan yang menderita masalah jantung untuk tidak bepergian ke luar rumah dan meminta orang-orang untuk mengecek kondisi keluarga mereka masing-masing, menyusul adanya prediksi yang menyebut bahwa temperatur kemungkinan akan meningkat pada hari Jumat.(bj)
Powered by AkoComment! |