|
Buana Katulistiwa - Cuaca dingin yang menyerang berbagai negara seperti China, India bagian utara dan Jepang, telah menewaskan ratusan orang. Jumlah korban ini kemungkinan akan bisa membengkak dalam pekan ini.
Dari India, Minggu (8/1) kantor berita AFP melaporkan, gelombang dingin yang menyergap bagian utara India telah meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 126 orang setelah temperatur melorot hingga ke angka terendah terbaru di berbagai tempat, termasuk di ibukota New Delhi.
Kematian terakhir dilaporkan terjadi di negara bagian Uttar Pradesh, provinsi paling terkenal dan salah satu provinsi termiskin di India, kata pejabat kepolisian setempat. Uttar Pradesh, yang populasinya tercatat banyak tunawisma, sejauh ini telah dilaporkan kasus kematian sejumlah 104 orang sejak gelombang dingin menyerang bagian utara India sejak Desember lalu, kata Juru Bicara Kepolisian Avinash Mehrotra kepada AFP.
Temperatur di berbagai kota di bagian utara tercatat di bawah normal. New Delhi mencatat 0,2 derajat Celcius (32,36 derajat Fahrenheit) Minggu, angka hari terdingin dalam 70 tahun, tulis kantor berita Press Trust of India (PTI).
Karnal di negara bagian Haryana 0,1 derajat Celcius, delapan derajat di bawah normal pada waktu yang sama tahun lalu, tulis PTI mengutip sumber-sumber petugas cuaca setempat. Bandara di sepanjang India bagian utara dilaporkan mengalami chaos atas tertundanya berbagai jadwal penerbangan.
Tahun lalu, 420 orang tewas akibat cuaca dingin di Uttar Pradesh saja.
Di Jepang, hingga Sabtu dilaporkan 61 orang tewas, beberapa diantaranya tertimpa atap rumah akibat timbunan salju, dan lainnya akibat kecelakaan lalu lintas, tulis harian Yomiuri Shimbun dan kantor berita Kyodo.
Unit bantuan bencana dikirimkan dari Lembaga Pertahanan Jepang membantu penduduk Iiyama, Nagano, 200 km barat laut ibukota, untuk memindahkan salju, sesuai dengan permintaan pemerintahan lokal.
Badan meteorologi Jepang telah menyampaikan peringatan bahwa salju kemungkinan akan berlanjut menyelimuti bagian utara dan barat Jepang hingga akhir pekan ini. Sebanyak 14 lokasi di Jepang telah diserang salju dengan tebal 300 centimeter (10 feet). Di Tsunanmachi, Niigata, tercatat 393 centimeter salju sedangkan Nozamaonsenmura di Nagano mencatat ketebalan 329 centimeter.
Sementara itu di China, pemerintah telah menyalurkan bantuan untuk ratusan dari ribuan orang yang menderita akibat cuaca dingin di sepanjang wilayah Xinjiang bagian barat.
Meskipun tidak tercatat kefatalan yang terjadi, Biro Hubungan Masyarakat Sipil, akhir pekan lalu menyebutkan 224.000 orang telah menghadapi kesulitan, sementara 97.000 orang lainnya sudah dievakuasi dari rumah-rumah mereka pada hari Jumat pekan lalu.
Cuaca terburuk dalam 20 tahun terakhir di wilayah perbatasan Asia Tengah dan Rusia, telah menyerang kota-kota seperti Altai, Tacheng, Yining dan Bole. Serangan terburuk menyerang wilayah Altai lebih dari satu meter salju telah menyelimuti daerah ini sejak Desember lalu, dengan temperatur minus 43 derajat Celsius (minus 45 derajat Fahrenheit), tulis Xinmin Evening News.
Beberapa daerah lain di Xinjiang, seperti Wang Zhenyao, didapati ketebalan salju setinggi 60 centimeter.
Biro Meteorologi memprediksi melorotnya temperatur masih akan terjadi sedikitnya dalam beberapa hari ke depan dan diperingatkan kemungkinan masih akan turunnya salju. (ss)
Powered by AkoComment! |