|
Buana Katulistiwa -
China, yang sudah memasuki musim dingin terparah dalam 20 tahun,
mempersiapkan diri menerima penurunan temperatur setidaknya 16 derajat
Centigrade (29 derajat Fahrenheit).
Bagian
utara China, dimana temperatur sudah mencapai minus 15-20 derajat
Celsius, diperkirakan akan merasakan dampak sangat besar dari serbuan
dingin pertama, yang merayap dari Mongolia dan bagian barat Siberia,
tulis China Daily seperti dikutip AFP,
Selasa (2/1).
Di
ibukota Beijing, yang menikmati cuacara relatif hangat mulai Tahun Baru
juga mengalami dingin, thermometer mencapai 10 derajat pada Senin
malam. Beijing News
menyerukan penduduk kota kembali ke rumah dari liburan Tahun Baru pada
hari Senin untuk menghindari salju yang turun sepanjang malam. Begitu
juga di wilayah bagian selatan, temperatur diperkirakan akan mengalami
penurunan tajam.
“Begitu
di bagian utara mengalami dingin, di bagian selatan juga kemungkinan
akan turun hujan atau salju,” tulis surat kabar ini mengutip
Yang Guiming, pejabat senior Kantor Meteorologi Pusat.
Wang
Bangzhong, Deputi Direktur China Meteorological Administration
mengatakan, temperatur seluruh China 1,5 derajat lebih rendah dari
rata-rata historis sepanjang bulan Desember. “China kini
sedang mengalami musim dingin terdingin dalam 20 tahun,” kata
Wang. Bulan Januari biasanya menjadi bulan terdingin sepanjang tahun di
China. (ss)
Powered by AkoComment! |