Buana Katulistiwa - China dan Rusia akan bekerja sama memonitor pencemaran sungai yang melintasi perbatasan kedua negara menyusul pencemaran yang terjadi akibat tumpahan bahan kimia tahun lalu, yang mengkontaminasi kedua negara.
"Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah substantif dalam menyelamatkan lingkungan secara bersama-sama antara China dan Rusia," kata media China Daily, mengutip pejabat kementerian lingkungan hidup China, Zhou Shengxian, seperti diberitakan AFP, Kamis (23/2).
Zhou menandatangani kesepakatan dengan Menteri Sumber Daya Alam Rusia Yuri Trutnez, di Beijing, Rabu, kata harian China itu.
Beberapa sungai menjadi sasaran dalam pengawasan bersama ini, yaitu Sungai Heilong, Wusuli, Erguna dan Suifen, serta Danau Xingkai.
Sungai Heilong merupakan sungai yang terkontiminasi setelah sebuah ledakan terjadi di sebuah perusahaan kimia di bagian timur laut China pada bulan November 2005. Sekitar 100 ton benzene dan nitrobenzene mencemari ekosistem.
Bahan kimia ini mengalir ratusan kilometer sepanjang Sungai Songhua di China hingga mencapai Heilong di perbatasan China-Rusia. "Untuk mencegah berbagai insiden, ahli kedua negara secara rutin akan melakukan tukar-menukar informasi dan bekerja bersama-sama," kata harian itu. (ss) Powered by AkoComment! |