Depan arrow Topik arrow Fisik arrow Blair: Pembahasan Perubahan Iklim Gagal Tanpa AS, China dan India
Blair: Pembahasan Perubahan Iklim Gagal Tanpa AS, China dan India Cetak E-mail
Rabu, 29 Maret 2006
Buana Katulistiwa- PM Inggris Tony Blair mengharapkan adanya kesepakatan internasional untuk menangani perubahan iklim, namun mengingatkan bahwa setiap kesepakatan yang diambil akan gagal tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS), China dan India.

Bicara dalam perjalanannya di Selandia Baru, sebelum ke Indonesia, PM Blair mengingatkan bahwa kegagalan untuk memasukkan isu ini akan berdampak pada generasi mendatang.

?Apa yang penting adalah memperoleh kesepakatan internasional dalam sebiuah framework dengan tujuan stabilisasi di dalamnya, sehingga kita dapat merancang setiap tujuan bagi semua pihak,? kata Blair setelah pembicaraan dengan konterpartnya, Helen Park, seperti dikutip AFP, Rabu (29/3).

?Tanpa partisipasi Amerika, dan kekuatan ekonomi China dan India, tidak ada akan penyelesaian,? kata Blair.

AS sendiri menolak menandatangani Protokol Kyoto 1997 untuk pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menganggap bahwa hal itu terlalu mahal bagi perekonomian mereka yang masih sangat tergantung pada minyak, sementara China dan India yang merupakan kekuatan ekonomi baru mengalami peningkatan yang besar dalam penggunaan bahan bakar fosil.

Blair mengatakan, inisitif untuk menghadapi perubahan iklim ini adalah perubahan gaya hidup dan solusi teknologi secara radikal. ?Anda telah melupakan pembangunan sains, teknologi dan perubahan kebiasaan yang sesungguhnya diperlukan sebagai upaya untuk menemukan tujuan.?

?Meski begitu, semua ini tidak akan terjadi tanpa pengembangan teknologi yang, saya pikir, memerlukan revolusi seperti internet dalam teknologi informasi.?

Dalam kebijakan iklim pemerintah Inggris, yang diumumkan Selasa, mengindikasikan Inggris sepertinya ingin memperbaiki target 12,5 persen pengurangan emisi karbon mereka.

Tapi hal itu juga sekaligus memperkuat dugaan bahwa London akan menurunkan komitmen jangka panjang untuk pengurangan karbon dioksida 20 persen dari tahun 1990 hingga tahun 2010. Ini berarti emisi C02 sepertinya akan dipotong 15-18 persen, kata laporan itu. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com