|
Buana Katulistiwa - Jumlah korban akibat cuaca dingin diberitakan bertambah di bagian utara dan barat Eropa, mulai dari Lithuania hingga Turki. Kantor berita AFP, Senin (24/1) ini melaporkan sedikitnya 17 tewas hingga akhir pekan lalu di negara-negara ini.
Sementara itu kematian akibat temperatur Siberia di Rusia, meningkat hingga sedikitnya 79 orang tewas setelah tiga orang lagi tewas pada Sabtu. Sebanyak 20-an orang lainnya terpaksa dirawat di rumah sakit, akibat hipotermia, kata kantor berita Interfax.
Temperatur di ibukota Rusia sekitar 18 derajat Celsius (minus 0,4 Fahrenheit), setelah sebelumnya mencapai minus 23 derajat Celsius (minus 9,4 Fahranheit) malam sebelumnya.
Di Estonia, dimana temperatur menurun hingga minus 26 derajat Celsius di tenggara bangsa Baltik, dilaporkan kejadian kebakaran akibat terlalu panas, membunuh dua orang, Senin ini.
Mesin pemanas dari era Soviet terpaksa dikeluarkan karena dianggap lebih efektif untuk m enghadapi temperatur dingin. Sedikitnya dua orang tewas di Lithuania sepanjang akhir pekan, hingga tercatat korban tewas delapan orang, dan 100 lainnya mengalami luka terbakar yang disebabkan kesalahan pemanas.
Tiga orang tua juga tewas di Ukraina, membuat angka keseluruhannya menjadi 21 orang tewas di negara ini sejak temperatur melorot tajam yang dimulai pekan lalu.
Lima tewas akibat hipotermia di Polandia, dimana rel kereta dan jalan mengalami kerusakan serius akibat salju, Minggu, membuat jumlah total korban yang tewas sejak musim dingin Oktober lalu, mencapai 127 orang.
Di Turki, seorang pria tewas setelah berjalan di pegunungan di utara negara ini, tulis kantor berita Anatolia.Dan di timur Jerman, seorang pria juga dilaporkan tewas akibat es.
Sepanjang utara Eropa, dari Rusia hingga Baltik ke negara-negara Skandinavia, otoritas harus menjaga ketersediaan pasokan energi, sirkulasi jalan dan rel kereta, serta kewaspadaan otoritas kesehatan menghadapi kemungkinan kondisi ekstrim.(ss)
Powered by AkoComment! |