|
Buana Katulistiwa- Setelah persitiwa banjir yang melanda Malaysia, Vietnam, Thailand bulan lalu, dan sebagian wilayah di Pulau Jawa, Indonesia, pekan ini, di Mozambik, Afrika, juga mengalami banjir yang melanda bagian selatan dan tengah negara itu.
Seperti diberitakan AFP, Kamis (5/1) sedikitnya 26 orang (sumber lain menyebutkan 13 orang) dilaporkan tewas dalam peristiwa ini, sedangkan ratusan orang lainnya kehilangan rumah.
Gubernur Provinsi Sofala Alberto Vaquila kepada AFP mengatakan, hujan lebat yang turun sejak Jumat hingga Senin menyebabkan berbagai tempat di daerahnya mengalami banjir. Terakhir, pejabat lokal mengatakan kepada sebuah stasiun televisi setempat bahwa 13 orang meninggal di utara Provinsi Nampula dan lima di Sofala, tapi angka pasti belum dapat dikonfirmasi.
"Kami telah menyarankan kepada penduduk yang tinggal di wilayah yang rendah untuk segera meninggalkan tempat," kata Lembaga Manajemen Bencana Alam Nasional Antonio Chicumbe.
Badai Fierce berlanjut pada Selasa di Nampula, dimana terdapat 1200 orang sudah kehilangan tempat tinggal. Kepala meteorologi regional meramalkan hujan belum akan berkurang hingga Jumat mendatang.
Banjir juga telah merusak jalan di Sofala, mengisolasi ribuan orang dan menyebabkan banjir besar di Beira, kota terbesar kedua di Mozambik. Hujan lebat di negara mantan koloni Portugis ini memerlukan banyak bantuan.
Pada tahun 2000 banjir meluas dan menyebabkan kerusakan di Mozambik, yang terjadi pada saat musim basah pada bulan November hingga Maret. (ss) Powered by AkoComment! |