|
Buana Katulistiwa- Saat Gunung St Helens dan Kilauea kini mendapat perhatian yang besar, banyak kalangan justru mencemaskan banyaknya gunung lain di Amerika Serikat (AS) yang sedikit atau tidak terpantau secara reguler, sehingga memerlukan pengamatan potensi erupsi yang akan diakibatkannya.
Lembaga Survei Geologi AS (US Geological Survey, USGS) mengungkapkan, Jum'at (29/4) lalu, bahwa terdapat jurang pemantauan untuk gunung-gunung yang ada di Alaska, California, Washington, Oregon, Hawaii, Wyoming dan pulau-pulau sebelah utara Mariana, yang bisa menimbulkan berbagai risiko di sekitar daerah itu dan terhadap penerbangan.

Laporan meninjau kembali kerugian yang diakibatkan 169 gunung di AS dan daerah sekitarnya dan meminta perhatian 24 jam, tujuh hari kantor pengamatan gunung api dan meningkatkan pengawasan pada kawah gunung-gunung itu.
"Kita tak menunggu sampai gunung api yang penuh risiko itu meletus. Konsekuensinya adalah kita sedang mempertaruhkan properti dan masyarakat, para ahli gunung api yang ada di lokasi, pilot maupun para penumpang pesawat," kata Direktur Survei Chip Groat, seperti dilansir CNN.
"Itu memaksa penduduk, ilmuwan, orang-orang sipil dan otoritas penerbangan dan bisnis ke dalam jebakan gunung api berbahaya, sebuah game yang penuh risiko tentunya," sambung dia.
Menurut dia, pemantauan gunung api merupakan masalah yang penting untuk membantu membangun perencanaan keadaan darurat, untuk menjaga keamanan penduduk.
Berdasarkan hasil studi, tiga kelompok gunung api saat ini menjadi prioritas yang paling tinggi untuk dipelajari:
Gunung api yang mengalami erupsi saat ini ? Gunung St Helens di negara bagian Washington, Anatahan di Pulau Mariana, Kilauea di Hawaii ? dan gunung-gunung api yang saat ini menunjukkan periode gejolak, Mauna Loa di Hawaii dan Gunung Spurr di Alaska.
Sebanyak 13 gunung api yang menjadi ancaman sangat tinggi dengan monitoring memadai, yakni gunung-gunung di Cascade Range yaitu: Rainier, Hood, Shasta, South Sister, Lassen, Crater Lake, Baker, Glacier Peak dan Newberry. Juga empat gunung Alaska yaitu: Redoubt, Makushin, Akutan dan Augustine. Selama ini, gunung-gunung Cascade tidak sering menunjukkan aktivitas erupsi, namun bisa menjadi ancaman berbahaya bagi populasi dan pembangunan di daerah ini.
Dikatakan juga, sebanyak 19 gunung api di Alaska dan Mariana memiliki risiko tinggi terhadap penerbangan, hal itu berkait dengan tidak adanya pemantauan dari waktu ke waktu dari seputar kawah gunung-gunung ini untuk mendeteksi perkembangan atau untuk mengetahui bilamana terjadi erupsi.
"Kita pernah hampir kehilangan sebuah Boeing 747 akibat awan asap yang membubung di Alaska pada 1989," kata Kapten Ed Miller dari Asosiasi Pilot Penerbangan.
Penerbangan melalui asap gunung dapat menyebabkan mesin jet mengalami kerusakan. Banyak penerbangan setiap hari melewati daerah gunung api. (bj) Powered by AkoComment! |