|
Buana Katulistiwa- Forum Air Sedunia, yang dibuka Kamis (16/3) di Meksiko City, akan mempersiapkan strategi bagi sumber daya vital ini, yang mencegah miliaran manusia kehausan setiap hari akibat perbedaan distribusi dan pencemaran.
Forum ini mengarahkan perhatian pada upaya desentralisasi manajemen air dan memberikan fokus dengan metode tradisionil, yang menurut kalangan ahli, seringkali lebih "cerdas" dan efisien dalam penggunaan air dalam kaitannya dengan suplai lokal.
"Kita harus menyegarkan kembali manajemen air: lihat apa permintaan itu, dimana, kemudian melakukan permintaan. Bukan sebaliknya," kata Michel Camdessus, penulis laporan PBB tahun 2003 untuk pendanaan manajemen air, seperti dilansir AFP, Kamis (16/3)
Menurut dia, manajemen air yang baik merupakan kunci untuk mengurangi kesulitan air global, namun "kita harus membawa pesan ini kepada pemerintah-pemerintah dan institusi pendanaan internasional."
Sekitar 5000 delegasi dan saintis dari kelompok-kelompok internasional, pemerintahan dan publik dan NGO akan menghadiri pertemuan keempat yang diorganisasikan World Water Council mulai 16-22 Maret mendatang.
Panduan aksi diharapkan dapat disepakati dalam pertemuan tingkat menteri pada dua hari terakhir pertemuan. "Di Meksiko, 'air untuk semua' harus menjadi realitas internasional," kata Camdessus.
Situasi ini sangat jauh dari hal itu saat ini. Sebesar 40 persen dari penduduk dunia, atau lebih dari enam miliar jiwa, memiliki akses terbatas kepada air atau tidak memiliki sistem mengatasi evakuasi yang layak. Konsekuensinya sangat serius dalam masalah kesehatan publik, termasuk kematian 3.900 anak per hari, mengurangi aktivitas ekonomi, meningkatnya polusi dan menghalangi pengembangan wanita dan anak gadis yang mengalami kesulitan atas kotornya air.
Para ahli menyebut ketika situasi belum banyak berubah sejak forum air terakhir di Kyoto tahun 2003, diperlukan konsensus untuk investasi dan membawa manajemen kepada tangan komunitas lokal.(ss)
Powered by AkoComment! |