|
Buana Katulistiwa - Ahli geologi, Walter Alvarez dari University of California-Berkeley, yang memperkenalkan teori bahwa komet atau asteroid menubruk bumi dan membunuh dinosaurus, memenangkan penghargaan peneliti tertinggi.
Walter Alvarez merupakan orang ke-19 yang menerima medali perak dari Desert Research Institute's (DRI) dan juga uang sejumlah 20.000 dolar AS. Dia menerima penghargaan ini pada hari Senin (Selasa WIB) ini.
Seperti diberitakan AP, Alvarez telah menghabiskan dua dekade untuk investigasi drama keilmuan yang luar biasa, yang dilakukan seorang peneliti yang memiliki ketahanan dan kecerdasan personal, puji Stephen G Wells, presiden institut ini.
"Hingga akhirnya teori ini dapat diterima, Dr Alvarez dan koleganya dihormati sebagai sosok yang teguh sebagai 'garda tua' dalam bidang geologi," kata Well.
Teorinya dicatat pada tahun 1970-an di Italia, dimana Alvarez dan koleganya menemukan iridium elemen tingkat tinggi, yang secara ekstrim jarang ditemui di bumi, tapi menyangkut komet dan asteroid.
Teorinya harus datang dari asteroid besar yang bisa mengirimkan asap, debu dan iridium ke angkasa, memblok matahari, membuat temperatur bumi menjadi lebih rendah dan menyebabkan binasanya tumbuhan dan berbagai spesies.
Teori Alvarez, pertama kali dipublikasikan pada jurnal Science pada tahun 1980, didukung oleh segelintir saintis hingga penemuan yang meyakinkan mengenai kawah meteor di Semenanjung Yucatan, Meksiko pada tahun 1989. Studi terakhir menemukan debris yang meyakinkan dari dampak tsunami Meksiko yang tampak saat ini di Arkansas.
Alvarez menjelaskan kisah penemuannya dalam buku nonfiksi yang laris terjual pada tahun 1997, "T. rex and the Crater of Doom."
DRI berdisi tahun 1959, sebuah lembaga nonprofit, merupakan salah satu divisi pada University and Community College System di Nevada, dengan fokus kegiatannya pada studi lingkungan. (ss)
Powered by AkoComment! |