|
Buana Katulistiwa - Negara-negara Uni Eropa membantu perusakan hutan-hutan di negara miskin melalui impor skala besar kayu-kayu ilegal, menurut kelompok konservasi WWF (World Wildlife Fund). Daripada bantuan lain, lebih baik UE mempertegas larangan impor itu.
Dikatakan Inggris merupakan "negara importir kayu ilegal terbesar di Eropa" dan bertanggungjawab atas hilangnya 600.000 hektar hutan – lebih dari dua kali ukuran negara Luxembourg – tiap tahun nya di Asia, Afrika dan Amerika Latin.
WWF mengatakan illegal logging atau pembalakan liar dapat mencabut komunitas lokal dari mata pencaharian nya dan menjadi pemicu utama hilangnya sebagian besar hutan di Afrika dan Indonesia dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, seperti dikutip Reuters.
Ahli hutan WWF menghasilkan laporan mereka setelah meneliti perdagangan antara negara-negara Uni Eropa dan negara-negara di lembah Amazon, lembah Congo, Afrika Timur, Indonesia dan Rusia. Mereka juga meneliti negara-negara Baltik yang sekarang merupakan anggota Uni Eropa.
"Uni Eropa kemungkinan mengimpor kayu-kayu ilegal dari berbagai region negara secara tidak langsung melalui China", WWF mengatakan dalam laporan nya.
Pemalakan liar melibatkan pemotongan pohon, sering dilakukan oleh perusahaan nakal, yang merupakan pelanggaran konservasi nasional dan diluar kontrol dari pemerintah. Kayu-kayu tersebut diselundupkan keluar negeri sebelum dipasarkan di pasar internasional. Inggris yang diikuti oleh Finlandia, Jerman, Perancis, Italia dan Belanda merupakan negera-negara pengimport kayu.
Laporan WWF mengatakan sangat penting bagi Uni Eropa untuk memperkenalkan perintah larangan impor kayu ilegal dibandingkan dengan kebijakan sekarang yang menawarkan kerjasama sukarela diantara 25 negara dan negara penghasil kayu.
"Uni Eropa harus mengambil langkah pasti bila ingin membuat perbedaan baik dalam konservasi hutan-hutan penting dunia dan membantu kemiskinan" kata Duncan Pollard, kepala WWF unit Program Hutan Eropa.
Andrew Lee, direktur kampanye WWF di Inggris, memberikan catatan bahwa Inggris telah melakukan perlawanan akan kemiskinan, yang merupakan bagian penting dari keterlibatannnya di Uni Eropa.
Dia mengatakan Inggris merupakan konsumsi kayu yang besar telah merampok Indonesia dan negara-negara di Afrika sedangkan perusahaan internasional dibelakang perdagangan mengambil keuntungan besar. (reuters/tk) Powered by AkoComment! |