|
Buana Katulistiwa - Danau Baikal, danau sumber air bersih terbesar di dunia, menghadapi risiko dicemari oleh pipa minyak yang akan dibangun perusahaan Transneft di sana, kata praktisi lingkungan di Moskow.
Alexei Grigoriev dari organisasi sosio-ekologi Rusia dan Andrei Petrov dari Greenpeace Rusia, menggelar konferensi pers dan menunjukkan polusi air yang mereka sebut berasal dari Sungai Medla, sekitar 1,5 kilometer (satu mil) dari bocornya pipa minyak di Republik Udmurt di pegunungan Ural.
Seperti dilansir AFP, Minggu (12/2), pekerjaan jalur pipa untuk memindahkan minyak dari bagian timur Siberia ke pasar Asia Pasifik, yang akan melewati Danau Baikal, dijadwalkan akan dimulai bulan Juli.
Menteri Sumber Daya Alam Rusia mengatakan dalam website mereka bahwa 3.200 ton minyak tumpah di Udmurt bulan lalu, setengahnya memasuki hamparan es yang mengkover permukaan Sungai Medla pada musim dingin.
Sebuah analisis menyebutkan air di sungai tersebut pada 1 Februari menunjukkan bahwa air telah terkontaminasi "lebih dari 100 kali konsentrasi produk perminyakan," kata website kementerian itu.
Juru Bicara Transneft yang dihubungi AFP mengatakan, "Sembilan ton minyak telah bocor."
Greenpeace dalam sebuah pernyataan Jumat menyebut bahwa insiden jalur pipa minyak meningkatkan pertanyaan mengenai kemampuan Transneft untuk memastikan persitiwa serupa tidak akan terjadi jika jalur pipa melewati Danau Baikal.
Kelompok lingkungan mencatat pula bahwa risiko lain juga berhubungan dengan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, human error, bahkan kemungkinan serangan kelompok pencuri minyak ataupun teroris.
Danau Baikal termasuk dalam situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1996, dan kini sedang berada dalam bahaya oleh jalur pipa minyak. .(bj)
Powered by AkoComment! |