|
Buana Katulistiwa – Bumi memanas dan banyak orang melihat hal ini sebagai sebuah serangan sangat serius bagi planet ini. Diantara daftar dampak yang akan muncul adalah: pencairan es kutub, peningkatan permukaan air laut, menghanguskan musim panas dan serangan badai yang mematikan. Apa kata para investor?
Bagi para investor – khususnya bagi yang bergerak dalam penyediaan air permukaan dan karbon-esmisi gas fosil – perubahan iklim juga adalah faktor yang dapat dipertimbangkan dalam membuat sebuah portfolio.
Ini bukan hanya persoalan risiko. Namun diyakinidampak bagus lain dari pemanasan global dapat juga memberikan keuntungan, kata seorang analis investasi yang mengikuti perubahan iklim. Bisnis yang bagus untuk menemukan bagi pengurangan emisi karbon, pengembangan sumber energi alternatif dan banyak lagi, termasuk dalam bidang asuransi.
“Pemanasan global dimulai sebagai isu lingkungan, tapi dalam perjalanannya menjadi sebuah isu mendasar bagi keuangan dan ekonomi,” kata Nick Robins, Kepala Socially Responsible Investement (SRI) Fund pada Henderson Global Investors di London, Inggris, seperti dilansir www.wired.com belum lama ini.
Kini, kata Robins, perubahan iklim telah menjadi perhatian utama bagi manajer portfolio. Perusahaan perdagangan umum, memberikan tekanan bagi ekspansi mengenai bagaimana mereka menyikapi trend pemanasan global. Untuk itu mereka melihat bagaimana persiapan perubahan iklim kemugkinan berdampak pada investasi potensial.
Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change tahun 2001, peningkatan temperatur di belahan bumi bagian utara pada abad 20 sepertinya telah meningkat dibandingkan abad sebelumnya dalam 1.000 tahun terakhir.
Bagaimanapun, emisi gas rumah kaca dan aerosol dari aktifitas manusia terus terjadi mengotori atmosfir yang kemudian berdampak pada iklim. Antara 1990 dan 2100, para peneliti memproyeksikan bahwa temperatur akan meningkat antara 2,5 hingg 10.4 derajat Fahranheit.
Untuk mempersiapkan risiko yang mungkin terjadi, para investor saat ini menerima sains di belakang proyeksi pemanasan global ini, kata Dan Bakal, Direktur Program Tenaga Listrik Ceres, sebuah kelompok penelitian dan advokasi investasi berkelanjutan. Fokus saat ini, kata dia, adalah membuat strategi untuk menghadapinya. (bj) Powered by AkoComment! |