|
Buana Katulistiwa- Aktivis lingkungan Inggris mengatakan, akhir pekan lalu, negara-negara berkembang membutuhkan sekitar 40 miliar dolar AS lebih setiap tahun untuk melawan perubahan iklim.
Seperti dikutip Reuters, Sabtu (4/2), disebutkan bahwa tahun lalu merupakan tahun yang paling panas yang pernah tercatat di seluruh dunia, dan tahun yang didapati terjadinya panas yang tidak biasa di Antartika, sebagaimana disampaikan lembaga antariksa AS, NASA, bulan lalu.
"Jika negara-negara berkembang memiliki sumber daya penting lain untuk memodifikasi investasi mereka untuk membuat karbon mereka bersih atau menguranginya secara signifikan, mereka akan memerlukan dana ekstra lebih dari 40 miliar setiap tahun," kata Sir Nicholas Stern, penasihat Pemerintah Inggris untuk perubahan iklim kepada Reuters.
Kalangan ilmuwan mengatakan, atmosfir bumi mengalami pemanasan lebih besar akibat besarnya karbon dioksida yang dipompa ke udara oleh pembakaran bahan bakar fosil, baik melalui industri batubara, asap pabrik dan transportasi.
Tingkat karbon dioksida kini tercatat pada level tertinggi selama 650.000 tahun, es kutub Antartika dan konsentrasi methan, gas rumah kaca lain, meningkat akibat agrikultur, pencairan kutub. (ss)
Powered by AkoComment! |