|
Buana Katulistiwa - Perusahaan tambang Rusia menginvestasikan sekitar 680 juta dolar AS dalam proyek energi di selatan Laos. Region Oil telah menanda tangani MoU ini pada Jum’at (23/12) dengan Komisi Perencanaan dan Investasi Laos, kata pejabat perwakilan perdagangan Rusia, Sergei Shmakov.
Sementara kontrak resmi kemungkinan akan diteken dalam waktu 18 bulan, setelah Region Oil Co Ltd menyelesaikan studi kelayakannya. “Mereka berencana untuk memperoleh dana dari ekspor energi ini dengan bekerjasama dengan pemerintah Laos, ke negara-negara tetangga,” kata Shmakov kepada AFP.
Perusahaan Rusia akan membangun dua proyek pembangkit listri tenaga air (PLTA) di Provinsi Attapeau, perbatasan dengan Kamboja dan Vietnam, dan proyek lain di dekitar Provinsi Xekong, kata Koran berbahasa Inggris, Vientiane Times.
“Proyek-proyek ini akan memberikan kontribusi pembangunan sosio ekonomi dan akan membantu infrastruktur transportasi dan kondisi kehidupan masyarakat Laos,” kata Dubes Rusia untuk Laos, Yuri Raikov, seperti dikutip Vientiane Times.
Otoritas Laos mengatakan negara ini ingin menjadi “beterai” dari negara-negara ASEAN, menjual energi kepada negara-negara tetangga untuk mendukung pertumbuhan.
Bulan lalu, Perancis dan perusahaan Nam Theun II dari Thailand membangun proyek dam di Laos, meskipun ditentang para kelompok lingkungan. Proyek senilai 1,25 miliar dolar AS ini akan memasok energi ke Thailand dari tahun 2009. Bulan ini, perusahaan Vietnam mengumumkan akan membangun proyek PLTA di Laos bernilai 273 juta dolar AS. (bj) Powered by AkoComment! |