|
Buana Katulistiwa - Kebocoran pipa minyak kembali terjadi di Slope Utara Alaska, menumpahkan sedikitnya 220.000 liter (58.000 galon) minyak mentah ke tundra, menyebabkan salah satu daerah ini dipenuhi minyak.
Bocor, yang disebabkan oleh pengaratan, diketahui di ladang minyak terbesar Amerika Serikat (AS) itu seminggu lalu dan menyebabkan dihentikannya penggunaan pipa di Teluk Prudhoe untuk perbaikan dan pembersihan.
Sumber berita AFP, Jumat (10/3) mengutip seorang pejabat mengkonfirmasikan bahwa kejadian itu akan membuat buruk kondisi lingkungan di Slope Utara Alaska. Pada tahun 1989, Exxon Valdez juga pernah mengalami bencana yang sama yang menyebabkan kejadian yang buruk.
"Kami tidak tahu tepatnya berapa banyak tumpahan minyak itu, tapi sejauh ini 1.395 barel (58.590 galon telah berhasil dikumpulkan, kebanyakan minyak telah bercampur dengan salju," kata Linda Giguere, Departemen Konservasi Lingkungan, Alaska, kepada AFP.
"Tumpahan itu telah mencemari 1,93 acre (0,77 hektar)," katanya. Pada kejadian tahun 1989, kebocoran minyak di Slope Utara mencapai 39.850 galon (127.500 liter).
Kebocoran itu dideteksi pada 2 Maret oleh pekerja British Petroleum (BP) di ladang minyak Purdhoe, yang berjarak sekitar 1.040 kilometer (650 mil) sebelah utara kota terbesar Alaska, Anchorage.
Pencemaran minyak akibat kebocoran pipa terbesar dilakukan oleh Exxon Valdez di sekitar Prince William Sound, selatan Anchorage, pada 24 Maret 1989. (ss)
Powered by AkoComment! |