Buana Katulistiwa - Setelah diterapkan selama empat belas tahun, kabinet Iran akhirnya menghapus penggunaan "Daylight Saving Time" karena dirasa kurang membuktikan bahwa penerapannya memberi kontribusi dalam penghematan energi.
Hal ini diutarakan juru bicara Pemerintah Iran, Gholam-Hossein Elham, dari hasil rapat kabinet Iran, Minggu (19/3) kemarin, diberitakan Buana Katulistiwa dari kantor berita Iran, IRNA.
Sejak diratifikasi pada tahun 1991, Iran menerapkan Daylight Saving Time dengan memajukan penghitungan jam sebanyak 1 jam di hari pertama musim semi dan memundurkannya di hari pertama musim gugur. Pada awalnya keputusan ini diratifikasi untuk melakukan penghematan energi.
"Survey tidak membuktikan bahwa perubahan penghitungan waktu itu berdampak pada penghematan kunsumsi energi," jelas Elham.
"Sebaliknya, perubahan penghitungan waktu ini malah membuat bingung masyarakat. Maka setelah debat panjang di kabinet, dan dengan pertimbangan dari komisi khusus untuk membahas masalah ini (DST-red), kabinet memutuskan penghapusan perubahan penghitungan waktu ini," imbuh Elham.
Elham juga menambahkan setelah rancangan keputusan tersebut disetujui kabinet, setelah libur Tahun baru, jam kerja instansi pemerintah di Iran dan bank adalah mulai jam 07:30, dan sekolah dimulai jam 07:00.
"Di masing-masing propinsi, jam kerja pemerintah, bank dan sekolah akan diputuskan oleh penguasa setempat untuk disesuaikan dengan kondisi lokal," tutup Elham.
Daylight Saving Time banyak diterapkan di negara-negara di lintang tinggi (sub tropis). Di belahan bumi bagian selatan, Daylight Saving Time dimulai pada bulan Oktober sampai Maret. Sedang di bagian lainnya, dimulai pada bulan Maret/April sampai Oktober/Nopember. Negara-negara yang terletak di garis khatulistiwa atau masih beriklim tropis tidak menerapkan Daylight Saving Time karena tidak ada perbedaan waktu siang-malam yang mencolok.
Di wilayah bumi berlintang tinggi, waktu siang pada musim semi dan musim panas lebih panjang dibanding pada musim gugur dan musim dingin. Pada bulan-bulan dengan siang lebih panjang, penghitungan jam dimajukan 1 jam, dan kembali dimundurkan pada bulan-bulan dengan siang lebih pendek.
Daylight Saving Time pertama diterapkan di Amerika Serikat pada Perang Dunia I dalam rangka penghematan energi pada industri peralatan perang dengan mengambil keuntungan pada lebih lamanya siang dibanding malam selama bulan April sampai Oktober.
Di Amerika, standarisasi Daylight Saving Time dibuat pada tahun 1966 oleh Kongres dengan Undang-Undang Penyeragaman Waktu (Uniform Time Act), sedang di Eropa, Uni Eropa membuat standarisasi dengan European Summer Time. (ac)
Powered by AkoComment! |