|
Buana Katulistiwa- Pengintegrasian keuangan memberikan kontribusi kepada rekonfigurasi spasial perusahaan, industri dan region dalam memunculkan perekonomian Eropa secara umum tapi kompleks. Namun, bagaimana manfaat geografi ekonomi? Betulkah dalam urusan ini geografi menjadi tidak akan berlaku, sebagaimana diungkapkan geografer Richard O'Brien 15 tahun lalu dalam kasus integrasi Uni Eropa?
Seperti diketahui, Richard O'Brien memprediksi akhir geografi ekonomi itu pertama kali pada April 1990, dalam sebuah essay yang ditulisnya untuk The Amex Bank Review, dengan judul "Global Financial Integration: The End of Geography".
"Essay saya itu merefleksikan kebangkitan kekuatan globalisasi dan deregulasi, yang membuat lebih terbukanya arus modal dan perkembangan teknologi," kata O'Brien.
Apakah terbukti? Bagaimana pula tanggapannya setelah 15 tahun kemudian, dimana negara-negara Eropa telah menentukan pilihan yang kuat untuk menyatukan diri? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang membuat kehadiran Richard O'Brien menjadi sangat menarik ketika Jesus College Oxford, Inggris, September tahun 2004 lalu mengadakan workshop bertajuk "Economic Geography and European Finance". Kala itu dia menjadi pembicara kunci.
Workshop ini (lihat juga www.geog.ox.ac.uk) bermaksud untuk mendorong pemahaman dari hubungan antara keuangan dan ruang dalam konteks Eropa, termasuk eksaminasi silang dari berbagai gagasan antara pertumbuhan geografi ekonomi dan perspektif aplikasi geografi terhadap ilmu-ilmu sosial termasuk ekonomi keuangan , ilmu politik, sosiologi sebagaimana ilmu manajemen dan bisnis.
Dan Richard O'Brien dengan tenang justru mengatakan bahwa apa yang diungkapkannya dulu itu memang menjadi kenyataan saat ini. "Waktu kemudian membuktikan, tampaknya semua itu menjadi benar: globalisasi tak terhentikan, deregulasi berlanjut dan menjadi supplemented, sebagaimana juga, oleh re-regulasi dan teknologi yang berkait dengan pasar, telah berkembang sangat cepat, internet dan www, sebagai contoh, menjadi sangat masif setelah melewati tahun 1990," katanya.
Dia membuka pertanyaan yang sangat mendasar dipikirkan oleh para geografer pada masa sekarang: manfaat apakah yang bisa disumbangkan oleh geografer dalam menghadapi perkembangan global semacam ini? Sebab uang adalah salah satu item inflasi yang diatur melalui peraturan. Jadi, menurut dia, jika kata informasi, teknologi dan regulasi berubah, diharapkan dunia keuangan juga berubah.
Secara teori, seluruh informasi dapat diakses secara global, tapi ketika semua orang dapat mengakses 99 persen data yang mereka butuhkan, mungkin hanya 1 persen informasi yang kita butuhkan untuk diperoleh di tingkat lokal. Demikian pula, bahwa ada gejala yang mengkhawatirkan mengenai networking, seperti dalam kasus penerbangan, yang justru hanya menaruh perhatian pada penerbangan networknya.
Kelompok lain yang memiliki ketertarikan terhadap geografi adalah investor dan pemain pasar yang besar, yang melihat sebuah tempat untuk berinvestasi untuk membangun bisnis baru.
Banyak orang, sebagai contoh, sangat tertarik dengan China, yang memiliki tantangan untuk berbisnis di sana. China adalah tempat geografis dimana orang-orang menghimpun berbagai pemikirannya. Risiko kredit juga menjadi kekhasan negara ini, yang dapat ditemukan sejak awal tahun 1970-an dalam permainan akbar pertukaran petrodolar. Negera ini juga identik dengan teritori dengan rezim regulator dan dimana peraturan mengatur pasar, lokasi sebagai sebuah dimensi yang berbeda. Geografi dalam kasus ini dan selalu menjadi dimensi kunci dari definisi kelas aset para investor.
Manfaat apa lagi? Menurut O'Brien ada tujuh aspek yang patut untuk dipikirkan. Aspek itu adalah menyangkut: identitas, mobilitas, teknologi, informasi, kepercayaan, kuasa/pengaruh dan halangan.
Rantai transportasi telah membuat tantangan geografis Strasbourgh sebagai pusat Euro. O'Brien mengingatkan bagaimana Basle, pusat network perbankan dunia , hanya ada di sana karena hubungan rel di perbatasan Swiss dan Perancis. Terdengar juga bagaimana jika kita mencari dana dari beberapa negara lebih sulit daripada dana dari lokasi center. Geografi di sini bermanfaat dalam pembagian kekuasaan ? identitas dasar kekuatan, negara-negara, tetap dibutuhkan.
Tapi, dia tak hendak berhenti di sini. O'Brien segera meluncurkan berbagai kenyataan yang justru sangat perlu dipertimbangkan para geografer. "Kita berdebat mengenai integrasi aktivitas bursa saham dan hal itu mendorong internasionalisasi perdagangan dan juga mendorong perdagangan domestik. Ini adalah kisah pengembangan dan pematangan ekonomi daripada geografi. Penghambatnya adalah kemiskinan dan ekonomi dan kekurangdewasaan perusahaan, bukannya geografi," kata O'Brien.
Kita mungkin mengatakan bahwa ini adalah persoalan geografi: home matters. Mungkin, tapi persoalan home matters itu lebih mengenai kualitas dasar bukan lokasi itu sendiri, bilamana regulasi tetap berkaitan dengan "tempat" selanjutnya akan menjadi jejak-jejak geografi saja.
"Kita mendengar banyak daftar dan arus-balik, yang menjadi lebih teknis saat ini. Bagi saya, ini bukanlah isu jangka panjang: secepatnya banyak daftar menjadi public relation (PR) dan sebagai pasar menjadi lebih global, kemudian banyak daftar menjadi tidak penting lagi."
Jika persediaan kemudian dikembalikan ke 'rumah' (dimana ada pasar yang kuat di 'rumah'), kemudian ini dapat berarti bahwa geografi bukan lagi sesuatu yang banyak berarti. Investor dapat mengakses persediaan dalam satu tempat, dan kita masih memiliki jaringan tersisa diantara pusat-pusat utama.
"Kita garis bawahi bahwa hal geografi menjadi lebih kecil. Hal ukuran, bukan geografi," katanya.
Dia kemudian menyinggung modal ventura. Saya, begitu O'Brien, mulai dengan pemikiran yang sama dengan pembicara pertama, atau aku, mendapatkan kekeliruan geografi mereka dan satu dari kita berada dalam ruang yang salah. Tidak banyak yang membicarakan geografi. Tapi itu membawaku berpikir bahwa jangan-jangan bagi kita geografi bukanlah isu penting.
"Lebih dari semua itu, yang lebih kompleks dan pembangunan jaringan, saya curiga aspek kepentingan geografis menjadi relatif. Oxford atau Cambridge, apakah tempat menjadi masalah? Atau ini hanya warna biru? Atau attitude? Mentalitas geografi kita mungkin lebih penting," begitu O'Brien. (bj) Powered by AkoComment! |