Depan arrow Topik arrow Ekonomi arrow IEA: Cuaca Ekstrim Faktor Utama Penentu Harga Minyak
IEA: Cuaca Ekstrim Faktor Utama Penentu Harga Minyak Cetak E-mail
Senin, 13 Pebruari 2006
Buana Katulistiwa - Cuaca dingin ekstrim dan badai menjadi pemain utama dalam penguatan harga minyak daripada faktor ketakutan politik, kata Badan Energi Internasional (IEA), akhir pekan lalu.

"Meskipun perkembangan politik sepertinya memaksa namun hal itu selalu mudah untuk dialihkan dampaknya," kata IEA dalam laporan bulannya.

"Masalah fundamental, sangat jelas indikasinya yaitu mengapa harga minyak meningkat pada awal Januari dan kemudian pada paruh kedua pada bulan itu," lanjut IEA seperti dikutip Reuters, Minggu (12/2).

Badan ini, yang memberikan masukan bagi 26 negara-negara industri, menyebutkan hilangnya minyak mentah 450.000 barel per hari (bpd) pada Januari. Kebanyakan merupakan hasil dari cuaca dingin ekstrim di Rusia, siklon di Australia dan masalah di Irak, dibandingkan dampak politik di Nigeria dan potensi pengurangan pasokan di Iran.

Harga minyak meningkaty hingga 69,20 dolar AS untuk minyak mentah pada bulan Januari, berbeda tipis di bawah catatan 70 dolar,85 dolar AS pada penutupan bulan Agustus tahun lalu. Harga ini merupakan catatan tinggi lebih dari 62 dolar AS per barel.

Masalah pasokan yang merupakan bagian dari peningkatan produksi dari Utara dan Latin Amerika, Asia, Afrika, mengandung arti bahwa psokan minyak dunia menurun hingga 84,6 juta bpd, hanya 135.000 bpd lebih rendah dari bulan Desember.

"Isu geopolitik tidak akan berlangsung terus, namun kita tidak akan menghadapi harga minyak pada 60 dolar AS lebih tanpa berbagai faktor lain," kata Lawrence Eagles, Kepala Divisi Industri dan Pasar Minyak IEA.

Satu faktor adalah kapasitas produksi, merupakan kekhawatiran yang sangat mudah. Kapasitas efektif OPEC telah mencapai 1,4 juta barel per hari, meskipun badan energi ini berharap adanya peningkatan hingga 500.000 bpd hingga pertengahan tahun, dan satu juta bpd hingga penutupan tahun 2006.

Pasokan minyak mentah OPEC sendiri jatuh hingga 65.000 bpd pada bulan Januari hingga menjadi 29,2 juta bpd, kata IEA.

Pasokan dari Uni Emirat Arab turun hingga 80.000 bpd akibat penanganan, meskipun hal itu akan dapat dipulihkan pada bulan Februari, ketika pasokan Irak jatuh 40.000 bpd ke 1,5 juta. Sedang persoaan Iran sendiri, menurut IEA, masih mengudang perdebatan akademis.

IEA menyebut bahwa permintaan minyak dunia tumbuh ke 1,78 juta bpd tahun 2006 dari 1,8 juta bpd tahun lalu. (ss)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com