Depan arrow Topik arrow Ekonomi arrow Gorbachev Serukan G8 Gunakan Energi Surya, Bukan Minyak atau Nuklir
Gorbachev Serukan G8 Gunakan Energi Surya, Bukan Minyak atau Nuklir Cetak E-mail
Kamis, 27 April 2006
Buana Katulistiwa- Mantan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev menyerukan kepada negara-negara industri terbesar di dunia untuk menyiapkan anggaran 50 miliar dolar untuk mendukung penggunaan tenaga surya, dan mengingatkan bahaya penggunaan energi minyak dan nuklir di masa datang.

Seperti dilansir AFP, Kamis (27/4), Gorbachev - yang memimpin sebuah lembaga pemikir lingkungan, Green Cross International - menyarankan kepada pimpinan negara-negara G8 untuk menginvestasikan dana bagi sumber daya energi terbarukan, dalam sebuah sambutan peringatan 20 tahun bencana nuklir Chernobyl.

Sebagai pimpinan negara Uni Soviet tahun 1986, Gorbachev merespon bencana nuklir yang menewaskan 4.000 orang dan menghasilkan awan radioaktif meliputi seluruh Eropa.

Proposal Green Cross dimasukkan dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada pimpinan G8 yang akan melangsungkan pertemuan di Rusia bulan Juli mendatang.Beberapa bagian dari proposal ini telah dilaporkan pekan lalu di Financial Times.

"Ide ini merefleksikan visi kami untuk membantu persoalan enegeri dalam pembangunan dunia, yaitu bahwa dengan konsentrasi pada energi surya akan dapat mencegah berbagai bencana," kata Gorbachev.

Energi surya juga "rendah pembayaran listrik, dan akan memberikan peluang bagi pengembangan energi turunan di masa depan untuk membangkitkan bahan bakar hidrogen terbarukan," katanya.

"Pendanaan dapat dengan mudah dihasilkan melalalui pemotongan subsidi bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara."

Gorbachev mengatakan bahwa energi nuklir "tidaklah menguntungkan secara ekonomi, lingkungan maupun sosial."

"Energi nuklir tidak mampu menjawab masalah energi modern juga atas tantangan perubahan iklim," ujar dia.

Subsidi langsung bagi energi nuklir di AS dengan total 115 miliar dolar AS antara tahun 1947 dan 1999, ungkap sebuah lembaga non-pemerintahan.

G8 terdiri dari Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat. (bj)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com