Depan arrow Topik arrow Budaya arrow Situs Perkemahan Para Pelaut Tertua Ditemukan di Cyprus
Situs Perkemahan Para Pelaut Tertua Ditemukan di Cyprus Cetak E-mail
Jumat, 25 November 2005
Buana Katulistiwa - Para arkeolog pada tahun ini menemukan 2 situs perkemahan di pesisir Cyprus, kemungkinan membuktikan adanya pelayaran laut terbuka berjarak jauh yang tertua di Laut Tengah, jauh sebelum masa lukisan fresco Yunani yang menggambarkan kapal layar kuno dan petualangan Odiseus-nya Homer.

Perjalanan berjarak sekurangnya 50-100 mil yang beresiko pada masanya tersebut dilakukan pada saat belum ada pemukim permanen di sana, dan pada masa para pelaut biasanya berhenti pada titik tertentu di mana masih dapat melihat daratan. Perairan yang baik untuk menangkap ikan kemungkinan menarik para pelaut untuk berkemah di pulau tersebut, di mana mereka menangkap ikan di pantai pada siangnya dan membuat perkemahan di dataran tinggi dekat pantai yang sekarang dipenuhi oleh para turis dan bungee jumpers.

Penemuan dari dua situs dan ratusan peralatan batu tersebut diuraikan oleh Albert J. Ammerman, arkeolog dari Colgate University di Hamilton, New York, dalam sebuah wawancara dan konferensi American Schools of Oriental Research, sebagaimana dilansir nyt.com. Dr. Ammerman mengatakan bahwa kedua situs tersebut, yaitu Pantai Nissi dan Aspros (lihat peta), menghasilkan bukti yang baik dalam perjalanan-perjalanan tertua di Mediterania serta pergerakan manusia pada akhir jaman es dan dimulainya pertanian di Timur Tengah.

Sejumlah peralatan batu yang ditemukan diperkirakan bergaya sejenis dengan peralatan daratan utama, menjelaskan bahwa manusia dalam kapal-kapal kecil dari Siria dan Turki (sekarang) melakukan kunjungan musiman ke Pulau Cyprus sekitar 12.000 tahun yang lalu. Peralatan tersebut, kebanyakan lempeng batu tajam untuk memotong dan menggunting, ditemukan dalam kelompok-kelompok di formasi-formasi geologi pengangkatan aeolianite, bukit-bukit pasir tua yang membatu dengan permukaan kasar. Situs perkemahan tersebut berdekatan dengan air bersih dari sungai dan area berlabuh yang landai untuk menambatkan perahu. Mereka mencari dataran yang luas ketika permukaan laut lebih rendah 300 kaki dari sekarang. Sebagian besar dataran tersebut sekarang berada di bawah air.

Arkeolog lain telah menentukan bahwa bukti tertua pendudukan manusia di pulau tersebut tertanggal 8250 SM. Pada masa itu, terdapat bukti lain untuk pelayaran besar di air terbuka, termasuk keberadaan batu obsidian, gelas volkanik hitam yang digunakan untuk pisau, yang dibawa dari luar pulau tersebut. Sumber terdekatnya bisa jadi Anatolia, Turki saat ini.

Dr. Ammerman mengatakan geologi dan tipe peralatan yang ditemukan menghasilkan perkiraan bahwa para pelayar dari daratan utama membuat perkemahan di Cyprus sekitar 9.000 sampai 10.000 SM. Mereka menetap beberapa hari pada setiap musim, paling lama beberapa minggu, kemudian kembali lagi ke daratan utama. Para arkeolog melibatkan kebiasaan musiman dari kunjungan tersebut oleh karena situs-situs itu terletak di pesisir, tanpa bekas keberadaan manusia di pedalamannya, dan tidak ditemukan muka tanah untuk menanam sesuatu serta sedikit hewan untuk diburu.

Menurut Ammerman dan timnya, para pelaut tersebut bukan pemukim, karena tak ada masyarakat pulau seperti mereka, belum ada penduduk asli, dan masa keberadaan mereka terbatas. Sejak kapan orang mulai menanam di pulau itu bahkan masih dipertanyakan. Penelitian ini masih sangat baru, sehingga masih memakan waktu untuk memberikan kepastian. Dr. Ammerman menyadari pentingnya menentukan penanggalan pasti dari situs tersebut, dan mengatakan bahwa ekskavasi tahun depan akan difokuskan untuk menemukan kapur dan tulang yang cocok untuk tes penanggalan radiokarbon.

Para arkeolog berpendapat bahwa riset turunan dari penemuan tersebut dapat memberi dampak yang besar dalam memahami titik tolak penting dalam sejarah masyarakat manusia. Masa tersebut merupakan masa perubahan iklim yang drastis. Suatu respon terhadap kondisi yang lebih dingin dan kering di Timur Tengah merupakan salah satu langkah perubahan masyarakat yang dulunya pemburu dan pengumpul menjadi bercocok tanam dan beternak - pertanian.(qb)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com