|
Buana Katulistiwa - Pada tahun 1900, hanya 14 persen manusia tinggal di kota-kota. Hingga akhir abad 20, angka meningkat menjadi 47 persen, dan segera angka ini mencapai setengah populasi manusia, ungkap PBB. Hal itu terjadi karena secara psikologis hidup di kota dianggap merupakan tahap penting bagi tujuan kemanusiaan.
Kepada BBC, beberapa waktu lalu, Hania Zlotnik, Direktur Divisi Kependudukan PBB menyebut bahwa perhatian kini diarahkan khususnya kepada kota-kota di negara-negara berkembang, yang akan menghadapi pertumbuhan penduduk.
Para pengamat akan melihat peningkatan tekanan terhadap sumber daya dan pelayanan begitu seseorang menjadi kelompok masyarakat kota. “Ini trend peningkatan yang akan membuat banyak persoalan. Orang-orang tidak menyadari bahwa sebelumnya mereka adalah orang desa,” kata Zlotnik.
Kebanyakan orang menyebut milinium keempat merupakan pusat peradaban, namun ini hanya dapat terjadi jika kota-kota menunjukkan persentasi kecil dari populasi global. Dengan kata lain, abad ke-20 merupakan abad urbanisasi.
Pada tahun 1900, hanya 14 persen manusia tinggal di kota-kota. Hingga akhir abad angka meningkat menjadi 47 persen. Perubahan ini diikuti dengan pertumbuhan jumlah kota berukuran menengah. Pada tahun 1950, ada 83 kota dengan penduduk sekitar satu juta, tapi tahun 2000, jumlahnya telah meningkat menjadi 411 kota.
Peningkatan ini tentu saja membuat peningkatan permintaan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kota.
Jika penduduk kota dunia hanya satu miliar pada tahun 1804, maka pada tahun 1985 angka sudah meningkat menjadi dua miliar, dan pada 2002 menjadi tiga miliar. Jika trend ini terus berlanjut, penduduk kota dunia akan berlipat setiap 38 tahun, kata peneliti.
Pembangunan signifikan telah pula meningkatkan “megacity”, konurbasi – seperti Tokyo, Meksiko City, Bombay, Sao Paulo dan New York- yang berpenduduk mencapai 10 juta orang. Pada tahun 2000, terdapat 18 “megacity”, dan kini 20 dan diharapkan akan bertambah menjadi 22 pada tahun 2010.
Pola perkembangan urbanisasi secara drastic berbeda antara negara berkembang dengan negara-negara maju. Pada negara-negara maju, urbanisasi menjadi factor sejak revolusi industri dan umumnya sudah selesai. Di AS sendiri, 80 persen populasi tinggal di kota-kota. (ss) Powered by AkoComment! |