Depan arrow Topik arrow Budaya arrow Perayaan Natal di Australia Membahayakan Lingkungan
Perayaan Natal di Australia Membahayakan Lingkungan Cetak E-mail
Selasa, 27 Desember 2005
Buana Katulistiwa ? Badan Konservasi Australia (Australian Conservation Foundation) mengeluarkan sebuah laporan terbaru yang mengatakan perayaan Natal dapat membahayakan lingkungan.

Laporan berjudul "The Hidden Cost of Chrismas" itu menghitung imbas terhadap lingkungan akibat pembelian buku, pakaian, alkohol, permen dan penggunaan listrik selama perayaan Natal.

Tiap dolar Australia yang dikeluarkan untuk baju baru sebagai hadiah menghabiskan 20 liter (empat galon) air dan membutuhkan 3.4 meter persegi pada lahan yang membentuknya, seperti dikutip Reuters.

Natal tahun kemarin, penduduk Australia menghabiskan 1,5 Miliar dolar australia (US$ 1.1 Miliar) untuk pakaian, yang membutuhkan lebih dari setengah juta hektar lahan untuk memproduksinya.

Air yang hampir memenuhi 42000 kolam renang ukuran olimpiade telah digunakan untuk memproduksi minuman saat Natal ? sebagian besar digunakan untuk menumbuhkan gandum untuk bir dan anggur untuk wine.

"Jika tabungan anda jauh dibawah tekanan untuk belanja saat Natal, pikirkanlah untuk dibagi ke lingkungan kita", ajak Don Henry, direktur eksekutif lembaga tersebut.

"Ini dapat mengganti hadiah Natal kita dengan air, tanah, udara dan sumberdaya. Mereka menghabiskan biaya tersembunyi dari produk yang kita beli," tambahnya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa hadiah seperti pemutar DVD dan pembuat kopi listrik menghasilkan 780.000 ton polusi rumah kaca, bahkan sebelum mereka digunakan atau rusak. Yang ketiga berdasarkan konsumsi bahan bakar selama produksi. Bahkan sebuah kotak untuk coklat atau permen seharga A$30 pada Natal kali ini, akan menghabiskan 20 kg bahan alami dan 940 liter air.

"Kita dapat membuat hal tersebut lebih ringan untuk bumi saat Natal dengan makan, minum dan memberi hadiah dengan bijak, dan dengan salaing memberi hadiah dengan efek lingkungan yang rendah, seperti voucher untuk pelayanan, tiket pertunjukan, kartu anggota gimnasium, museum, atau club olah raga dan sumbangan kemanusiaan", saran Henry.(dp)

Komentar
Beri Komentar
  • Mohon untuk tidak keluar dari topik.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail:
Situs web:
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code

Powered by AkoComment!

 

Donasi (PayPal)

Jumlah & Periode Donasi:

info

Login

Utamakan Indonesia
Iklan Anda
amazon privasi amazon
World Language
Planet GIS Indonesia

RuangWeb.com