|
Buana Katulistiwa - Profesor Jack Rink, associate professor geografi dan ilmu kebumian Universitas McMaster di Ontario, mengatakan King kong bergigi besar yang memiliki berat 540 kg, kemungkinan telah hidup sejak manusia pertama ada. Fosil kera tak berekor 10 ft Gigantopithecus, yang ditemukan di selatan China, telah diketahui berusia yang sama dengan era ketika manusia diketahui hidup di daerah ini.
Jack Rink, sebagaimana dikutip The Times, 15 November 2005 lalu menyebut bahwa sampel rahang bawah primata menunjukkan dia telah hidup sekitar 100.000 tahun lalu.
Profesor Rink menemukan gigi kera tak berekor raksasa itu berasal dari era sangat penting dan terbaru untuk kelompok Homo erectus.
"Potongan dari teka-teki yang hilang selalu terpusat pada petunjuk hidupnya Gigantopithecus," katanya. "Ini adalah jenis primata yang hidup berdampingan dengan manusia ketika manusia mengalami perubahan yang evolusioner."
Menurutnya, Provinsi Guangxi di selatan China, dimana fosil Gigantopithecus ditemukan, adalah wilayah yang sama yang dipercaya sebagai asal kehidupan modern manusia.
"Tidak seorang pun yang meragukan ini," katanya. "Kami telah dapat menunjukkan bahwa makhluk di China tersebut hidup pada periode waktu dimana manusia menghabiskan waktunya sebagai bagian dari dunia," katanya. "Mulanya kera tak berekor ini dianggap ada pada garis asal nenek moyang manusia, tapi itu telah dibuktikan ternyata tidak benar."
"Mungkin mereka tinggal di dalam gua dan keluar ke hutan bambu, saat mana manusia hidup di tempat lebih rendah di lembah-lembah sungai. Mungkin saja bahwa manusia datang langsung dengan kera tak berekor ini."
Kalangan ilmuwan terus menerus berdebat sejak 1935 mengenai kematian Gigantopithecus, yang juga diberi nama panggilan Giganto ini, ketika ahli paleontologi Belanda menemukan pertama kali geraham mirip geraham manusia tapi dalam ukuran besar, di sebuah pasar Hong Kong, yang dijual untuk obat tradisionil China.
Analisis Profesor Rink, berdasarkan sampel tulang melalui proses radiasi, beberapa tahun masa kerjanya di gua China yang diketahui kaya deposit Giganto. Pekerjaan ini dibiayai the Natural Sciences and Engineering Research Council, Kanada. Hanya empat set rahang bawah yang telah ditemukan hingga saat ini, di China, India dan Vietnam. (bk/ss) Powered by AkoComment! |