Buana Katulistiwa - Pada sebuah situs pemakaman multietnis di salah satu kota Eropa tertua di Meksiko, ditemukan bukti awal masuknya budak dari Afrika ke Dunia Baru (Benua Amerika) yang dibawa oleh bangsa Eropa. Temuan tersebut bertanggal antara abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-17, tak lama setelah Colombus menjejakkan kakinya di Amerika.
Dalam sejarah awal penemuan Dunia Baru (Benua Amerika) oleh bangsa Eropa, banyak sekali budak-budak Afrika yang dibawa para penjelajah dan pendatang. Di masa tersebut, Campeche merupakan gerbang penting orang-orang Spanyol ke Dunia Baru. Kota ini berfungsi sebagai pangkalan untuk eksplorasi dan penaklukan, dan merupakan pos pertahanan kunci terdepan di daerah yang rawan oleh para perompak itu. Diduga, budak-budak dari pelabuhan kecil Elmina di Afrika Barat telah dikapalkan ke Campeche di mana mereka kemungkinan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.
 Campeche, Meksiko
Saat ini, para arkeolog yang menggali situs pemakaman era kolonial di kota tersebut menemukan apa yang mereka percayai sebagai sisa-sisa peninggalan para budak yang dibawa pertama kali dari Afrika ke Dunia Baru. Bukti arkeologis dan sejarah, termasuk sebuah peta kolonial Campeche, menunjukkan bahwa pemakaman tersebut digunakan antara 1550 hingga 1600-an, tak lama setelah Colombus menjejakkan kakinya di Amerika. Bukti-bukti tersebut tersingkap, bersama dengan fondasi dari sebuah gereja era kolonial, pada tahun 2000 oleh para pekerja konstruksi yang melakukan penggalian di sekitar taman kota Campeche.
Dalam studi isotop gigi yang lebih mendalam terhadap 10 dari 180 individu yang ditemukan di pemakaman multietnis tersebut, 4 sampel diantaranya menunjukkan kelainan. Keempat individu tersebut merefleksikan batuan dasar yang jauh lebih tua daripada geologi Meksiko dan Amerika Tengah, yaitu seperti yang terdapat pada geologi Afrika Barat.
Analisis kimia digabungkan dengan ditemukannya praktek pemotongan gigi yang khas pada sampel tersebut mengarahkan kepada dugaan bahwa orang-orang tersebut dilahirkan di Afrika dan kemudian dibawa ke Dunia Baru, seperti dikutip dari siaran pers yang dikeluarkan oleh University of Wisconsin-Madison di www.wisc.edu, Selasa (31/1) lalu.
Budak-budak Afrika dibawa ke dunia Baru ketika orang-orang Spanyol membutuhkan tenaga untuk menebang kayu dan bekerja di tambang-tambang yang memperkaya Spanyol. Pada masa awal kekuasaannya, orang Spanyol memperbudak orang Indian untuk melakukan pekerjaan kasar, akan tetapi mereka beralih ke perdagangan budak Afrika setelah berbagai penyakit yang dibawa orang-orang Eropa menyerang dan mengurangi populasi penduduk asli.
Penemuan sisa-sisa peninggalan para budak yang dilahirkan di Afrika dari masa awal tersebut menunjukkan bahwa perbudakan menjadi aspek integral dari ekonomi Dunia Baru tak lama setelah para Conquistador (para penjajah dari Spanyol) menuntaskan penaklukan Meksiko.(qb)
Powered by AkoComment! |