|
Jumat, 22 April 2005 |
Buana Katulistiwa- Batas antara Asia dan Afrika adalah sesuatu antara Mesir dan Israel, atau sepanjang sisi timur dari Sinai Peninsula. Dengan demikian, Israel berada di Asia sedangkan Mesir termasuk kepada Afrika, sebuah wilayah yang juga dikenal sebagai Timur Tengah. |
|
|
Jumat, 22 April 2005 |
|
Buana Katulistiwa - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Menko Kesra Alwi Shihab dan Duta Besar AS untuk Indonesia B Lynn Pascoe hadir dalam upacara pemberian hadiah lomba desain poster “Hari Air Dunia” bagi para seniman muda di kantor Menko Kesra hari Kamis (21/4).
|
|
|
Rabu, 20 April 2005 |
Buana Katulistiwa- Menjelang pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 22-24 April 2005 ini, dominasi isu agaknya telah diborong habis oleh Asia. Persoalan-persoalan yang juga cukup pelik di benua Afrika tidak tersentuh. Akankah KAA kali ini konferensi Asia dengan Afrika sebagai pelengkap penderita?
|
|
|
Senin, 18 April 2005 |
Buana Katulistiwa- Geografer Jerman, Carl Ritter, sering dihubungkan dengan Alexander von Humboldt sebagai salah satu penemu geografi modern. Tetapi, kontribusi Ritter terhadap disiplin ilmu geografi modern dapat dikatakan kurang begitu berarti dibandingkan kontribusi yang diberikan oleh von Humboldt, contohnya seperti catatan kerja Ritter yang berasal dari pengamatan ilmuwan lainnya.
|
|
|
Selasa, 05 April 2005 |
Buana Katulistiwa - Para ilmuwan mengatakan lapisan ozon di atas
atmosfer daerah Inggris berada di tingkat rendah. The Guardian menyebutkan,
pengamatan ozon yang berpusat di Jerman memperlihatkan lapisan ozon,
berfungsi melindungi bumi dari radiasi matahari
yang berbahaya, ketebalannya makin menipis, yakni dari 4 mm - 5mm turun
menjadi
2,5 mm. |
|
|
Rabu, 23 Maret 2005 |
 Buana Katulistiwa - Charles Darwin boleh
menggambarkan dirinya sebagai "petualang ilmiah terbesar semasa hidupnya".
Beliau dihormati karena penemuannya tentang perspektif geografi modern. Akan
tetapi, Alexander von Humboldt lah yang berpetualang, melakukan eksperimen, dan
mentransfer ilmu pengetahuan negara-negara barat di abad XIX. |
|
|
Rabu, 23 Maret 2005 |
|
Buana Katulistiwa - Pada 26 Desember 2004
lalu, seorang siswi di Inggris, Tilly Smith, 10, merasakan sesuatu yang
tidak beres di pantai saat dia bersama keluarganya berada di pantai
Thailand sesaat sebelum gelombang tsunami menghancurkan tempat itu. |
|
|
Selasa, 22 Maret 2005 |
|
Buana Katulistiwa- Kalangan ilmuwan
kelautan menilai, potensi tsunami untuk membinasakan Karibia bagian
utara sangat tinggi. Hal itu didasarkan pada analisis mereka mengenai
data historis kedatangan Colombus. Sebagian gejala alam bisa
menimbulkan tsunami, yang dampaknya dapat dirasakan pada pulau-pulau
Greater dan Lesser Antilles dan sepanjang timur dan pantai Teluk
Amerika Serikat. |
|
|
Senin, 21 Maret 2005 |
|
Buana Katulistiwa – Parahnya kerusakan
dokumen-dokumen tanah akibat tsunami pada 26 Desember 2004 di Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendorong UNDP, lembaga PBB untuk
program pembangunan, meluncurkan program tindak penyelamatan dokumen
tanah sesegera mungkin. |
|
|
Rabu, 16 Maret 2005 |
|
Buana Katulistiwa - Matt Sparke, Profesor Geografi lulusan
Universitas Oxford gulirkan konsep "Global
Education". Konsep ini merupakan keinginannya yang terpendam sejak
lama. Sparke, yang juga profesor studi internasional, mengajar mengenai "Introduction to Globalization",
suatu kajian yang membantu mahasiswanya memahami dan merefleksikan keadaan
masyarakat secara global saat ini. |
|
|
‹‹ Awal ‹ Sebelumnya 51 52 53 54 55 Selanjutnya › Akhir ››
|